Berita Samarinda Terkini
Longsor Km 28 Desa Batuah Kukar Dikaji, Jika Tambang Jadi Sebab Perusahaan Harus Bertanggung Jawab
Penyebab longsor atau pergerakan tanah yang terjadi tepatnya di jalan poros nasional Samarinda–Balikpapan di kilometer 28 akan dikaji.
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Nisa Zakiyah
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Penyebab longsor atau pergerakan tanah yang terjadi tepatnya di jalan poros nasional Samarinda–Balikpapan pada kilometer (km) 28, Desa Batuah RT 25, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur pada Kamis (24/4/2025) hingga Jumat (25/4/2025) akan dikaji.
Pemerintah Desa (Pemdes) Batuah bersama 11 perusahaan tambang yang tergabung dalam Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) sepakat untuk berpartisipasi dalam pendanaan pengadaan alat ukur bencana longsor.
Kepala Desa Batuah, Abdul Rasyid, menekankan bahwa tujuan pengadaan alat ini adalah untuk mengetahui penyebab serta potensi terjadinya longsor di kawasan yang selama ini menjadi titik rawan, terutama saat musim hujan.
“Sementara ini kan kami menunggu kajian alat uji bencana dari Universitas Mulawarman (Unmul), kalau memang dampaknya dari perusahaan pasti suruh tanggung jawab,” ucap Abdul Rasyid pada Jumat (25/4/2025) malam.
Namun, lanjutnya, jika pergerakan tanah disebabkan oleh faktor alam, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar siap membantu berdasarkan hasil rapat bersama pihaknya.
Terutama pada masjid dan rumah warga Km 28 Desa Batuah Kukar yang terdampak longsor, yang menantikan langkah ganti rugi dari para pihak terkait.
Terutama pada masjid dan rumah warga Km 28 Desa Batuah Kukar yang terdampak longsor, yang menunggu apa langkah ganti rugi dari para pihak terkait.
“Sudah pernah dibahas di Pemkab, usai kejadian ini, kami (Pemdes) langsung diundang Sekda Kukar dan semua dinas dipanggil.
"Rumah yang rusak Perkim siap bangun kalau warga punya lahan di luar lokasi tersebut, kemudian masjid juga biro kesra siap membangun ulang,” lanjutnya.
Pastinya, semua pihak kini menunggu tim dari Unmul menurunkan alat ukur untuk memastikan penyebab longsor yang terjadi.
Alat yang akan digunakan nantinya diharapkan dapat membantu proses mitigasi untuk memastikan penyebab bencana yang terjadi, apakah faktor alam atau dampak dari aktivitas pertambangan batu bara.
Perusahaan diminta berpartisipasi aktif sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
Setidaknya dengan adanya alat ini, ada kepastian dan rasa aman bagi warga yang selama ini tinggal di daerah bencana tersebut.
Agar beban pembiayaan menjadi ringan, Rasyid mengajak seluruh perusahaan untuk mengambil peran.
| Tidak Ada Lonjakan Signifikan Pertumbuhan Penduduk di Samarinda Usai Idul Fitri |
|
|---|
| Pemkot Samarinda Finalisasi WFH ASN, Fokus Efisiensi Energi dan Pengurangan Emisi |
|
|---|
| 42 Pelajar Lolos Seleksi Awal Paskibraka Samarinda 2026, Bersiap Tes Intelegensi |
|
|---|
| Ubah Sampah Jadi Listrik, Samarinda Kekurangan 340 Ton Sampah, Jalin Kerjasama dengan Kukar |
|
|---|
| Kasus Dana Hibah KONI Samarinda, Pembelaan Terdakwa: Bukan Niat Korupsi, Hanya Salah Tafsir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250425_Longsor-Jalan-Poros.jpg)