Jembatan Mahakam Ditabrak Lagi
Dishub Kaltim Ungkap Hasil Peninjauan Jembatan Mahakam I Samarinda Pasca Tertabrak Tongkang
Kekokohan Jembatan Mahakam I Samarinda usai ditabrak ke 23 kalinya pada Sabtu (26/4/2025) semakin dipertanyakan publik
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kekokohan Jembatan Mahakam I Samarinda usai ditabrak ke 23 kalinya pada Sabtu (26/4/2025) semakin dipertanyakan publik.
Apalagi dari hasil pantauan bersama, akibat hantaman tongkang bermuatan batu bara itu salah satu pilar ketiga (P3) jembatan sisi Samarinda Seberang mengalami kemiringan tak wajar.
Meski begitu sampai saat ini arus lalu lintas darat maupun pelayaran di jembatan berusia 38 tahun tersebut masih berjalan normal seperti biasanya.
"Kami bersama BBPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional) telah melakukan pada Minggu (27/4) Pukul 10.00 WITA," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Irhamsyah.
Baca juga: Jembatan Mahakam I Samarinda Ditabrak Tongkang Lagi, Kapten Kapal Diperiksa, Langkah BBPJN Kaltim
Ia menjelaskan kala itu pihaknya bersama BBPJN melakukan pemeriksaan visual jembatan.
Pihaknya memastikan tidak ada perubahan bentuk signifikan baik di atas maupun bawah Jembatan Mahakam.
"Kemarin pas kami turun kondisi air pasang. Jadi kita tidak bisa mendekat," bebernya.
Kendati tidak ada perubahan signifikan, namun Irhamsyah menegaskan yang bisa menentukan aman tidaknya jembatan yang dibangun pada 1982 dan diresmikan Soeharto pada Agustus 1986 tersebut adalah BBPJN.
"Kesimpulannya seperti apa nanti akan disampaikan BBPJN," pungkas Irhamsyah.
Diberitakan sebelumnya, Jembatan Mahakam I Samarinda kembali tertabrak tongkang bermuatan untuk ke 23 kalinya pada Sabtu (26/4), Pukul 23.00 WITA.
Menurut keterangan Anak Buah Kapal (ABK) TB Liberty 7 yang menarik tongkang BG Azamara 3035 kepada pihak kepolisian bahwa awalnya mereka akan melakukan tambat sambil menunggu waktu pengolongan.
Namun saat proses manuver, tali towing terputus akibat arus kencang sehingga tongkang larat dan menabrak pilar jembatan tanpa pelindung tersebut. (*)
| Jembatan Mahakam I Samarinda Ditabrak Ponton, Dishub Desak Perusahaan Penabrak Segera Bangun Fender |
|
|---|
| Pemprov Kaltim Minta ke Kemenhub, Alur Pelayaran Sungai Mahakam jadi Wewenang Daerah |
|
|---|
| Soal Wacana Regulasi Pengelolaan Alur Sungai Mahakam, Begini Kata Bapemperda DPRD Kaltim |
|
|---|
| Kejati Selidiki Insiden Tertabraknya Jembatan Mahakam I Samarinda, DPRD Kaltim Beri Dukungan Penuh |
|
|---|
| Fender Jembatan Mahakam I Samarinda Bakal Dipasang Kembali, Begini Saran Ahli Teknik Sipil Polnes |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250428-Potret-pilar-ketiga-P3-Jembatan-Mahakam.jpg)