Selasa, 19 Mei 2026

Jembatan Mahakam Ditabrak Lagi

Dishub Kaltim Ungkap Hasil Peninjauan Jembatan Mahakam I Samarinda Pasca Tertabrak Tongkang

Kekokohan Jembatan Mahakam I Samarinda usai ditabrak ke 23 kalinya pada Sabtu (26/4/2025) semakin dipertanyakan publik

Tayang:
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
PILAR JEMBATAN MAHAKAM - Potret pilar ketiga (P3) Jembatan Mahakam sisi Samarinda pasca tertabrak tongkang bermuatan batu bara pada Sabtu (26/4/2025) malam lalu. Foto diambil pada Minggu (27/4)(Tribunkaltim.co/Rita Lavenia) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kekokohan Jembatan Mahakam I Samarinda usai ditabrak ke 23 kalinya pada Sabtu (26/4/2025) semakin dipertanyakan publik.

Apalagi dari hasil pantauan bersama, akibat hantaman tongkang bermuatan batu bara itu salah satu pilar ketiga (P3) jembatan sisi Samarinda Seberang mengalami kemiringan tak wajar.

Meski begitu sampai saat ini arus lalu lintas darat maupun pelayaran di jembatan berusia 38 tahun tersebut masih berjalan normal seperti biasanya.

"Kami bersama BBPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional) telah melakukan pada Minggu (27/4) Pukul 10.00 WITA," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Irhamsyah.

Baca juga: Jembatan Mahakam I Samarinda Ditabrak Tongkang Lagi, Kapten Kapal Diperiksa, Langkah BBPJN Kaltim

Ia menjelaskan kala itu pihaknya bersama BBPJN melakukan pemeriksaan visual jembatan.

Pihaknya memastikan tidak ada perubahan bentuk signifikan baik di atas maupun bawah Jembatan Mahakam.

"Kemarin pas kami turun kondisi air pasang. Jadi kita tidak bisa mendekat," bebernya.

Kendati tidak ada perubahan signifikan, namun Irhamsyah menegaskan yang bisa menentukan aman tidaknya jembatan yang dibangun pada 1982 dan diresmikan Soeharto pada Agustus 1986 tersebut adalah BBPJN.

"Kesimpulannya seperti apa nanti akan disampaikan BBPJN," pungkas Irhamsyah.

Diberitakan sebelumnya, Jembatan Mahakam I Samarinda kembali tertabrak tongkang bermuatan untuk ke 23 kalinya pada Sabtu (26/4), Pukul 23.00 WITA.

Menurut keterangan Anak Buah Kapal (ABK) TB Liberty 7 yang menarik tongkang BG Azamara 3035 kepada pihak kepolisian bahwa awalnya mereka akan melakukan tambat sambil menunggu waktu pengolongan.

Namun saat proses manuver, tali towing terputus akibat arus kencang sehingga tongkang larat dan menabrak pilar jembatan tanpa pelindung tersebut. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved