Demo Hari Buruh di Kaltim
Buruh Berunjuk Rasa di Depan Kantor Gubernur Kaltim, Sampaikan 20 Tuntutan
Sejumlah buruh yang tergabung dalam Komite Rakyat Berlawan Kaltim mengelar aksi di depan gedung Gubernur Kaltim.
Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sejumlah buruh yang tergabung dalam Komite Rakyat Berlawan Kaltim mengelar aksi di depan gedung Gubernur Kaltim, Kamis, (1/5/2025) di Samarinda, Kalimantan Timur.
Itu merupakan aksi demonstrasi dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day.
Massa buruh ini tampak mengenakan berbagai atribut dari organisasi masing-masing.
Mulai dari bendera hinggmembawa sejumlah spanduk, dengan tulisan 'Buruh Bersatu Lawan Oligarki' Jangan Diam, Lawan.
Baca juga: Suara Pekerja Balikpapan Dalam RDP Hari Buruh, Keluhkan Tenaga Kerja Asing hingga Masalah Gaji
Pantauan TribunKaltim.co di lokasi, aksi yang berlangsung pada Kamis (1/5/2025), massa aksi buruh mulai berdatangan pukul 12.00 WIB dan melakukan orasi di depan gerbang utama gedung Gubernur Kaltim.
Humas Komite Rakyat Melawan Iqbal Al-Fiqri menyampaikan saat ini Sistem ekonomi Kapitalisme yang diterapkan dunia, tidak mampu membuat rakyat di dunia hidup makmur.
Sementara sebagian kecilnya hidup mewah diatas penderitaan kelas buruh.
Dia mengatakan, krisis yang terus terulang dari masa ke masa, kini menciptakan kondisi yang buruk bagi kelas buruh.
"Seruan pembangunanisme hanya membuat kelas pekerja semakin dieksploitasi dan menjadi tumbal menyelamatkan krisis," ungkapnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Hari Ini Buruh Demo di Kantor Gubernur Kaltim, Jurnalis Samarinda Ambil Bagian
Dirinya mengatakan, pemerintah seharusnya melihat kondisi dunia yang saat ini terus menjadi kekhawatiran para buruh.
"Hari ini kita lihat cukup banyak kelemahan pada buruh, sistem kerja, belum lagi fleksibilitas kerja, upah moral dan sebagainya," ujarnya.
"Artinya, hari ini kami menuntut pemerintah untuk setiap kebijakan, setiap keputusan Politik itu, harus tetap berorientasi pada rakyat," lanjutnya.

Adapun tuntutan yang dibawa oleh kalangan buruh yang tergabung dalam Komite Rakyat Berlawan Kaltim mulai dari;
1. Cabut UU Omnibus Law Cipta kerja
2. Hapus sistem kerja outsourcing dan sistem kerja kontrak yang merugikan buruh
3. Tolak upah murah & Wujudkan upah layak nasional
4. Hentikan Union Busting dan berikan kebebasan berserikat pada buruh
5. Hentikan Kekerasan dan Pelecehan Seksual dalam dunia kerja
6. Sahkan RUU PPRT
7. Sahkan RUU Masyarakat Adat
8. Sahkan Undang-Undang Perampasan Aset
9. Sahkan UU Perlindungan Buruh yang disusun dan dirancang oleh serikat buruh
10. Hentikan represifitas aparat terhadap gerakan rakyat
11. Membangun Industrialisasi Nasional Sebagai Penopang Utama Ekonomi Nasional
12. Nasionalisasi Aset Strategis Milik Negara (Min Kuasai Saham 51 persen)
13. Renegosiasi Utang Luar Negeri dan Utang Swasta
Selain itu para masa kasi juga bawa tuntutan terkait
14. Cabut dan Batalkan UU TNI yang dianggap telah mencederai semangat Reformasi,
15. Tindak tegas perusahaan yang melakukan PHK massal dan Ilegal,
16. Laksanakan Reforma Agraria Sejati,
17. Penuhi Hak cuti haid dan maternitas buruh perempuan,
18. Kebebasan bersuara & perlindungan Jurnalis,
19. Wujudkan pendidikan gratis yang inklusif dan demokratis, dan
20. Hentikan Penggusuran dan Perampasan Ruang Hidup Warga.
Humas Komite Rakyat Melawan Iqbal Al-Fiqri menyampaikan alasannya terkait buruh melakukan demo didepan Kantor Gubernur Kaltim itu guna untuk bisa didengar langsung oleh Kepala daerah Kalimantan Timur.
Sehingga dalam setiap kebijakan Pemerintah tetap memerhatikan para buruh.
"Kantor gubernur sebagai tempat strategis, disini merupakan tempat pemegang eksekutif tertinggi di Kalimantan Timur," ujarnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.