Berita Berau Terkini
Diskoperindag Berau Gelar Pelatihan dan Pendampingan 41 Pengrajin Lokal 3 hingga 7 Mei 2025
Kegiatan ini digagas untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri kreatif lokal
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Sebanyak 41 pengrajin Diskoperindag Berau mengikuti pelatihan dan pendampingan produksi tenun serta pembuatan tas anyaman yang digelar Diskoperindag Berau sejak 3 Mei 2025.
Kegiatan ini digagas untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri kreatif lokal.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita menuturkan, kegiatan ini dibagi dalam dua agenda besar. Yang pertama adalah pelatihan pembuatan tas anyaman dan tenun yang berlangsung di Kantor Diskoperindag Berau hingga 7 Mei mendatang.
"Total ada 21 peserta dari Kecamatan Sambaliung yang mengikuti pelatihan ini," sebutnya kepada Tribunkaltim.co, Senin (5/5/2025).
Baca juga: Jalur Pesisir Selatan Berau Lumpuh, Jalan Menuju 5 Kecamatan Putus, DPUPR Langsung Perbaiki
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan produksi tenun di sentra tenun Kampung Sukan Tengah, yang berlangsung hingga 12 Mei dan melibatkan 20 pengrajin dari Kampung Sukan Tengah, Trans Bangun, dan Tumbit Melayu.
Eva menekankan pentingnya pelatihan ini untuk meningkatkan keterampilan sekaligus daya saing produk lokal.
Ia menyadari pengrajin di Berau masih menghadapi tantangan serius, khususnya dari sisi kualitas hasil produksi dan kecepatan pengerjaan.
“Masih banyak pengrajin yang memerlukan waktu lama untuk menyelesaikan satu kain tenun. Sementara harga jual tinggi, tapi kualitas belum tentu konsisten. Ini perlu kita benahi bersama,” ujarnya.
Ia bahkan menggarisbawahi bahwa pelatihan ini tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, namun juga membekali peserta agar lebih siap bersaing di pasar.
Ia pun mendorong peserta agar menyerap semua ilmu dari narasumber, kemudian mampu menghasilkan produk yang berkualitas, tidak sekadar untuk dipajang, tapi bisa langsung dijual.
Salah satu kebiasaan yang disorot adalah kecenderungan pengrajin hanya menenun saat ada pesanan. Hal ini menyebabkan ketiadaan stok ketika permintaan datang secara mendadak.
“Kita ingin pengrajin mulai ubah pola kerja. Produksi harus jalan terus, jangan menunggu order,” tegasnya.
Tak hanya memberikan pelatihan, pihaknya juga telah memfasilitasi kebutuhan dasar para pengrajin.
Sejumlah alat tenun, mesin jahit, hingga bahan produksi telah disediakan di sentra tenun Kampung Sukan Tengah. Di sisi lain, koperasi di Sambaliung juga telah mendapat bantuan alat produksi tas untuk mendukung kegiatan ini.
Upaya lainnya adalah mendorong penyusunan standar harga berbasis tingkat kesulitan dan lama pengerjaan produk. Menurutnya, ini penting agar tidak ada disparitas harga yang membingungkan konsumen.
Pemkab Berau Dukung Penuh Program Internet Gratis dari Pemprov Kaltim untuk Masyarakat Kampung |
![]() |
---|
DPRD Berau Desak Atasi Pengangguran, Dorong Perusahaan Patuhi Aturan 80:20 |
![]() |
---|
Dinkes Berau Gencarkan Edukasi Diabetes pada Remaja untuk Cegah Penyakit Tidak Menular |
![]() |
---|
Disdukcapil Berau Mencatat Ada Penambahan Penduduk di Semester 1 Tahun 2025 Capai 4.000 Jiwa |
![]() |
---|
Pemkab Berau Mantapkan Program Kota Sehat, Targetkan Swastisaba Padapa 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.