Berita Kaltim Terkini

Mentan Andi Amran Ingin Pertanian Jadi Penopang Ketahanan Pangan dan Penyediaan Lapangan Kerja

Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya sektor pertanian sebagai fondasi utama

Penulis: Zainul | Editor: Nur Pratama
HO ADPIM
PERTANIAN - Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman menginginkan sektor pertanian harus menjadi penopang ketahanan pangan dan lapangan pekerjaan terbesar sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran. Hal ini disampaikan Amran saat menghadiri kegiatan rapat koordinasi tentang percepatan swasembada pangan yang diselenggarakan di Markas Kodam VI Mulawarman, Kamis sore (8/5/2025). (HO ADPIM) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya sektor pertanian sebagai fondasi utama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional sekaligus sebagai penopang utama penyediaan lapangan kerja di Tanah Air.

Dalam Rapat Koordinasi Percepatan Swasembada Pangan yang digelar di Auditorium Makodam VI/Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (8/5), Amran menyampaikan bahwa kontribusi sektor pertanian terhadap total angkatan kerja nasional sangat signifikan, mencapai 28,5 persen.

“Sektor pertanian adalah penyerap tenaga kerja terbesar di negeri ini. Karena itu, penguatan sektor itu adalah penguatan langsung terhadap rakyat,” ujar Amran di hadapan peserta rapat yang terdiri dari jajaran TNI, pemerintah daerah, dan stakeholder pertanian.

Baca juga: Gubernur Rudy Mas’ud Repons Tantangan Menteri Pertanian, Kaltim Siap Capai Swasembada Pangan 2026

Ia menambahkan, sektor pertanian tak hanya berperan penting dalam menjaga ketersediaan pangan nasional, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam mendukung keberlanjutan sosial dan ekonomi melalui pembukaan lapangan kerja di berbagai daerah.

Dalam kesempatan itu, Amran menyoroti pentingnya regenerasi petani dan mendorong keterlibatan generasi muda, khususnya di Kalimantan Timur, untuk aktif dalam pengembangan pertanian modern melalui program Brigade Pangan.

“Pertanian adalah sektor masa depan. Saya ajak generasi muda Kalimantan Timur ikut mengelola agribisnis secara modern, terstruktur, dan menguntungkan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian sebagai garda terdepan dalam mendampingi petani dan menjalankan berbagai program strategis. Untuk itu, pemerintah telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pendayagunaan Penyuluh Pertanian.

“Status para penyuluh akan dialihkan dari daerah ke pusat agar lebih sinergis dalam pelaksanaan program nasional,” ujarnya.

Amran meminta agar selama masa transisi, para penyuluh tetap aktif menjalankan program prioritas seperti Optimalisasi Lahan (OPLAH), Luas Tambah Tanam (LTT), cetak sawah, penyerapan gabah, serta pemberdayaan Brigade Pangan.

Tak hanya itu, Mentan juga menyoroti potensi besar Kalimantan Timur sebagai kawasan strategis dalam peta swasembada pangan nasional. Dengan luas lahan yang masih potensial dan posisi geografis yang mendukung keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kaltim diharapkan menjadi sentra produksi pangan regional.

“Kami targetkan Kalimantan Timur jadi lumbung pangan regional. Bahkan, bisa jadi provinsi penyuplai pangan ke daerah lain dan juga ekspor ke negara tetangga,” tegas Amran.

Menurutnya, capaian positif sektor pertanian nasional pada triwulan pertama 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan sektor pertanian mencapai 10,52 persen, tertinggi dibanding sektor lain.

“Produksi padi naik 51,45 persen dan jagung naik 39,02 persen dibandingkan tahun lalu. Ini menunjukkan keberhasilan strategi nasional yang diterapkan,” ungkapnya.

Amran menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara program intensifikasi seperti OPLAH, ekstensifikasi melalui cetak sawah baru, serta modernisasi pertanian yang didukung alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Ratusan unit alsintan telah disalurkan ke daerah-daerah termasuk Kalimantan Timur. Di antaranya traktor tanam padi, pompa air, hingga traktor roda empat dan dua. Semua ini untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved