Senin, 4 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Aksi Premanisme Berkedok Ormas, Rocky Gerung Sentil KDM: Lebih Baik Preman Dibawa ke Barak Militer

Aksi premanisme berkedok ormas meresahkan, Rocky Gerung sentil program Dedi Mulyadi: lebih baik preman dibawa ke barak militer bukan anak nakal

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
KOMPAS.COM/AAM AMINULLAH
BARAK MILITER - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sedang bercakap dengan siswa asal Sumedang yang lebih suka ngurus kuda dari pada sekolah di Barak Militer Markas Kodim 0610/Sumedang, Jumat (9/5/2025). Menyoroti aksi premanisme yang meresahkan, pengamat politik Rocky Gerung sentil program Dedi Mulyadi, lebih preman yang dibawa ke barak militer bukan anak nakal. (KOMPAS.COM/AAM AMINULLAH) 

Rocky mengungkapkan preman itu dibackup oleh kekuatan politik tertentu sehingga merangsek ke dalam wilayah publik. 

Preman, kata Rocky, juga bisa dijadikan umpan untuk persaingan politik.

"Jadi tetap kita lihat area persaingan politik dan bisnis ini itu yang jadi wilayah kekerasan premanisme dan kehidupan kita hari-hari ini memang sekali lagi jadi semacam peluang ee orang karena ketiadaan kerjaan atau harapan masa depan.

Maka bertambahlah gejala premanisme," katanya.

Rocky juga mengungkit penyelesaian masalah preman pada masa Orde Baru yang tanpa proses hukum.

"Dieksekusi aja tanpa proses hukum yang kita sebut Petrus yang kemudian diakui oleh Pak Harto sebagai upaya dia untuk memberi rasa aman pada penduduk.

Tapi itu kemudian melanggar HAM karena tidak ada pengadilan dipetrus artinya ditembak dan digeletakkan untuk memberi efek jera.

Efek jera tentu bukan si pada si preman, tapi pada masyarakat yang melihat bahwa pada waktu itu kan mayat bergeletakan dan disebut penembak misterius karena tidak terdeteksi ya siapa pelakunya," ungkapnya.

Prabowo Resah

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto mengaku resah dengan aksi premanisme berkedok Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).

Hal itu disampaikan Juru bicara Presiden yang juga merupakan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (9/5/2025).

Baca juga: Dedi Mulyadi Masukkan Siswa Nakal ke Barak Militer Selama 6 Bulan, Dijemput Langsung oleh TNI

"Jadi pak presiden, pemerintah, betul-betul resah," kata Prasetyo.

Presiden kata Prasetyo telah berkoordinasi dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk membahas hal tersebut.

Presiden tidak ingin aksi premanisme tersebut menghambat iklim investasi.

"Dan beberapa hari yang lalu beliau (Presiden) berkoordinasi dengan Jaksa Agung, berkoordinasi dengan pak Kapolri, untuk mencari jalan keluar terhadap terutama pembinaan terhadap teman-teman ormas supaya tidak mengganggu iklim perusahaan dan mengganggu keamanan ketertiban masyarakat," katanya.

Prasetyo mengatakan bahwa pemerintah juga merasakan keresahan keresahan masyarakat terkait aksi premanisme yang terjadi. Aksi premanisme telah merusak iklim investasi di tanah air.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved