Berita Samarinda Terkini
BPBD Distribusikan Perahu Rescue ke Bengkuring Samarinda untuk Penanganan Banjir
BPBD Samarinda Kota Samarinda kembali menunjukkan respons cepatnya dalam menangani bencana banjir yang melanda.
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda kembali menunjukkan respons cepatnya dalam menangani bencana banjir yang melanda sejumlah kawasan di kota ini.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian dalam penanganan banjir kali ini adalah Bengkuring, Kelurahan Sempaja Selatan, Kota Samarinda yang terdampak cukup parah akibat curah hujan tinggi pada Senin 12 Mei 2025.
Untuk mendukung mobilisasi evakuasi dan distribusi bantuan logistik, BPBD Kota Samarinda mendistribusikan sejumlah perahu rescue ke beberapa titik strategis di wilayah tersebut pada Selasa (13/5/2025)
Proses distribusi dilakukan pada Selasa sore sekitar pukul 17.40 Wita dengan mengerahkan dua unit mobil operasional dari BPBD Kota Samarinda yang menembus genangan air menuju lokasi sasaran.
Baca juga: BREAKING NEWS: Jalan HAMM Rifaddin Samarinda Putus Total, Akses ke Balikpapan Lewat Jalur Lain
Subkoordinator Bidang Peralatan dan Logistik BPBD Kota Samarinda, Iskandar, mengatakan bahwa distribusi perahu ini dilakukan untuk mendukung proses evakuasi dan penyaluran bantuan di area yang sulit dijangkau kendaraan darat akibat tingginya genangan air.
“Sekarang ini kami membantu mendistribusikan peralatan perahu. Nah ini kemungkinan mungkin ada, kami sekitar tiga unit,” ungkap Iskandar di lokasi distribusi.
Menurut Iskandar, tiga unit perahu tersebut ditempatkan di Bengkuring untuk mendukung operasional penanganan banjir, ditambah rencana dua unit bantuan dari BPBD Provinsi Kalimantan Timur.
Saat ini, satu unit dari provinsi telah tiba, sehingga total ada empat unit perahu rescue yang siap digunakan untuk mendukung kegiatan di lapangan.
Perahu-perahu ini tidak hanya digunakan untuk evakuasi warga, tetapi juga berperan penting dalam mengirimkan bantuan logistik ke daerah-daerah terdampak banjir yang sulit dijangkau.
Ini termasuk distribusi makanan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya kepada warga yang masih bertahan di rumah mereka yang terendam banjir.
Baca juga: Banjir Rendam Bengkuring Samarinda, Banyak Warga tak Bisa Memasak
Di Bengkuring sendiri, warga secara swadaya telah mendirikan dapur umum mandiri untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, khususnya bagi mereka yang tidak bisa memasak di rumah akibat terendam air. BPBD menyatakan siap untuk mendirikan dapur umum tambahan jika diperlukan.
“Kalau memang itu dibutuhkan, nanti bisa juga dari BPBD yang mendirikan dapur umumnya,” ujar Iskandar.
Ia menambahkan bahwa BPBD Kota Samarinda tidak hanya fokus pada satu titik lokasi banjir saja, namun secara paralel juga menangani beberapa titik lainnya, seperti di Lojanan, Giri Mukti, Sempaja Timur, dan Palaran.
Penanganan di berbagai lokasi ini dikoordinasikan bersama pihak kelurahan, yang turut membantu menyediakan tenaga dan peralatan untuk operasional dapur umum.
“Yang penting ada penanganan masing-masing. Karena di Samarinda, untuk banjir ini yang besar itu ada empat titik. Makanya kita harus semuanya kita tangani,” lanjut Iskandar.
Baca juga: Atasi Banjir di Samarinda, Pemkot Kaji Jembatan PM Noor untuk Dibongkar atau Dilebarkan
BPBD juga menegaskan bahwa keterbatasan unit dapur umum milik mereka menjadi salah satu alasan pentingnya koordinasi dengan wilayah terdampak agar bantuan logistik bisa tetap tersalurkan secara optimal.
“Kita mungkin distribusi masalah bantuan bahan makanannya,” tutup Iskandar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250513_Penanganan-Banjir-di-Samarinda-Kaltim.jpg)