Berita Kutim Terkini
Hari Ini Kebakaran di G House Swarga Bara Sangatta Kutim, Kerugian Diperkirakan Rp3 Miliar
Telah terjadi kebakaran di Perumahan G House Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur.
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Telah terjadi kebakaran di Perumahan G House Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur sekitar pukul 06.00 Wita, Senin 19 Mei 2025.
Awalnya, terjadi sekitar pukul 05.30 Wita, salah satu korban melihat ada asap dari arah ruang tengah di rumahnya di Jalan Melintang House No.135 RT 37 Perumahan G House Swarga Bara, Kutai Timur.
Ternyata di ruang tengah tersebut terdapat api yang sudah membesar.
Sehingga korban mengajak penghuni rumahnya untuk segera keluar rumah dan menyelamatkan diri.
Baca juga: BREAKING NEWS: Sebuah Rumah Alami Kebakaran di Kelurahan Selili Samarinda, Kini Hangus Dilalap Api
"Lalu api semakin membesar dan mengakibatkan 4 rumah terbakar serta barak yang memiliki 10 pintu juga ikut terbakar," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, M. Naim, Senin (19/5/2025) di Sangatta.
Kemudian, api dapat dipadamkan sekitar pukul 07.00 Wita, dengan melibatkan 4 unit Damkar Pemkab Kutim dan 2 unit rescue PT. KPC dan 1 unit mobil weather tank PT. KPC.
Total Kerugian dari Kebakaran
Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, M. Naim, penyebab kebakaran tersebut diduga lantaran adanya korsleting listrik dari rumah korban serta sebagian besar bangunan terbuat dari kayu dan berdempetan, sehingga api cepat menyebar ke sekitar TKP.
Sehingga kebakaran tersebut berdampak terhadap 4 unit rumah beserta isinya, kendaraan bermotor 4 unit dan rumah barakan 1 rumah dengan total perkiraan nilai kerugian material sebesar Rp3 miliar.
Pada kebakaran ini, juga dilaporkan bahwa satu orang korban yang mengalami luka bakar pada bagian leher, lengan dan tangan serta telapak kaki.
Baca juga: Efek Kebakaran di Sumber Rejo Balikpapan, Korban Akui Sedang Kerja Lalu Dihubungi
"Tadi dirujuk ke RS SOHC," ujar Naim.
Lebih jauh, menurutnya, kebakaran di Kutai Timur sering terjadi lantaran beberapa faktor seperti konsleting arus listrik atau akibat kelalaian manusia.
Namun tidak menutup kemungkinan juga ada faktor kesengajaan dengan motif-motif tertentu.
"Mohon kiranya aparat terkait melakukan penyelidikan untuk ditemukan ada tidaknya unsur kesengajaan atau pidana dalam peristiwa kebakaran ini," bebernya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250519_Api-Dipadamkan-di-Kutai-Timur.jpg)