Senin, 27 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Wali Kota Samarinda Bertemu Pertamina Patra Niaga, Antisipasi Kejadian Serupa Balikpapan

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengambil langkah proaktif dengan mengundang perwakilan Pertamina dan Patraniaga ke Balai Kota.

|
TRIBUN KALTIM
ATASI PENGETAP - Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memberikan penjelasan usai pertemuan informal dengan perwakilan Pertamina di Teras Anjungan Karangmumus, Balai Kota, Jumat (23/5), membahas strategi antisipasi kelangkaan BBM dan evaluasi sistem distribusi di 30 SPBU Samarinda. (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Mengantisipasi potensi gangguan distribusi bahan bakar minyak (BBM) seperti yang sempat terjadi di Balikpapan, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengambil langkah proaktif dengan mengundang perwakilan Pertamina dan Patraniaga ke Balai Kota.

Pertemuan informal ini digelar pada Jumat (23/5) di Teras Anjungan Karangmumus sebagai upaya memastikan pasokan energi di Samarinda tetap stabil, terutama menjelang Hari Raya Iduladha.

Meski berlangsung dalam suasana santai, pertemuan tersebut bukan tanpa urgensi.

Pemerintah kota menilai perlunya upaya preventif untuk mencegah terjadinya kelangkaan, bahkan kekosongan BBM di tingkat lokal.

"Lebih baik kita mengambil langkah pencegahan daripada bersikap reaktif. Bila sudah terjadi kelangkaan, maka semua pihak akan kerepotan—masyarakat tentu akan mengalami kesulitan, pemerintah juga ikut terdampak, begitu pula pihak Pertamina,” jelas Andi Harun.

Baca juga: Pasokan Harian BBM di Samarinda Kaltim Capai 1.100 KL, Pertamina Pastikan Lancar

Diskusi itu juga melibatkan pemeriksaan data pasokan dari 30 SPBU yang tersebar di Kota Samarinda, sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan transparansi dan ketepatan informasi distribusi energi.

Wali Kota Andi Harun menyampaikan bahwa berdasarkan penjelasan dari pihak Pertamina, secara umum ketersediaan stok BBM di Samarinda berada dalam kondisi yang cukup aman.

Namun, terdapat catatan penting terkait beberapa SPBU yang mengalami gangguan pasokan akibat persoalan internal.

"Kalaupun ada satu atau dua SPBU yang mengalami kendala, itu bukan disebabkan oleh Pertamina. Saat ini kami sedang menelusuri datanya. Ada beberapa SPBU yang terkendala modal atau keterbatasan bon. Sebagaimana diketahui, sistem di Pertamina mengharuskan pembayaran di muka sebelum pengiriman BBM dilakukan," jelas Andi Harun.

Baca juga: Harga BBM Terbaru 22 Mei 2025 di Seluruh SPBU Indonesia, Harga Bensin Pertamax hingga Solar

Menurutnya, SPBU yang memiliki kemampuan finansial yang memadai akan menerima pasokan secara normal, sementara SPBU yang mengalami kendala likuiditas akan menyesuaikan permintaan dengan kemampuan modal mereka.

Untuk mengatasi ketimpangan ini, Andi Harun telah menginstruksikan jajaran teknis untuk segera bertindak.

"Saya telah memberikan arahan kepada Kepala Bagian Ekonomi dan Kepala Bagian SDA untuk segera mengumpulkan data SPBU yang mengalami kondisi demikian, agar dapat dilakukan pembinaan dan komunikasi. Kita tidak ingin terjadi saling menyalahkan. Lebih baik kita memahami akar permasalahan sejak awal," tegasnya.

Meski sempat ada pengalihan sebagian pasokan ke Balikpapan akibat insiden kelangkaan di wilayah tersebut, Andi Harun memastikan bahwa distribusi di Samarinda tidak terdampak secara signifikan. 

Ia juga menggarisbawahi peran penting Kota Samarinda dalam rantai pasok energi di Kalimantan Timur.

"Perlu diketahui, posisi Samarinda cukup vital. Selain harus menjamin ketersediaan stok untuk wilayah kota sendiri, Samarinda juga menyuplai daerah-daerah sekitar seperti Tenggarong dan Kutai Barat. Oleh karena itu, Pertamina juga berkewajiban menjaga kestabilan pasokan, apalagi menjelang Hari Raya Iduladha," katanya. 

Baca juga: Pengamat Ekonomi Unmul Sebut Kelangkaan BBM di Kaltim Lagu Lama

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved