Kamis, 23 April 2026

Demo Masyarakat Batuah

Longsor di Km 28 Batuah Kukar, DPRD Kaltim Minta untuk Cari Penyebab Tanah Bergerak

Longsornya jalan poros Samarinda–Balikpapan di kilometer (km) 28 Dusun Tani Jaya, Desa Batuah, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIRUS
LONGSOR DI BATUAH - Komisi III DPRD Kaltim menindaklanjuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama berbagai pihak terkait tanah yang bergerak atau longsor di kilometer (km) 28 Dusun Tani Jaya, Desa Batuah, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur, gedung E DPRD Kaltim, Senin (2/6/2025). (TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Longsornya jalan poros Samarinda–Balikpapan di kilometer (km) 28 Dusun Tani Jaya, Desa Batuah, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi sorotan.

Komisi III DPRD Kaltim khususnya yang telah meninjau langsung ke lokasi pada Kamis 29 Mei 2025 lalu menindaklanjuti dengan rapat dengar pendapat (RDP) bersama berbagai pihak.

Beberapa rumah warga terdampak tanah yang bergerak atau longsor hadir di gedung E DPRD Kaltim, Senin (2/6/2025).

RDP membahas penyebab pasti dari terjadinya peristiwa tersebut, termasuk akan membentuk tim agar menganalisa.

Baca juga: BREAKING NEWS: Warga Kukar Gelar Aksi di Kantor Gubernur Kaltim, Desak Tindakan untuk Korban Longsor

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi mengatakan ada dua argumentasi berbeda perihal longsornya jalan di Km 28 Samarinda–Balikpapan tersebut. 

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta tim geologi Universitas Mulawarman (Unmul) menekankan, longsor diakibatkan gejala alam. 

Tetapi, masyarakat beranggapan adanya aktivitas tambang di sekitar pemukiman menjadi persoalan bergeraknya tanah. 

"Melihat dua argumentasi berbeda, kami berinisiatif membentuk tim untuk menganalisa bersama kondisi longsor tersebut," tegasnya.

Selain itu, anggota Komisi III, turut ikut serta dalam tim tersebut Dinas ESDM, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) dan perwakilan masyarakat. 

Sehingga, secara bersama-sama bisa melihat seperti apa hasil kajian terhadap kondisi jalan longsor tersebut. 

"Intinya, dalam waktu dekat kami akan bentuk tim tersebut dan langsung bekerja, kembali meninjau lokasi longsor,” ungkapnya.

Politisi Gerindra ini juga menekankan, Komisi III juga tetap meminta agar perusahaan sekitar membantu warga yang terdampak. 

Meski, telah dipastikan jika longsor jalan tersebut diakibatkan dari aktivitas tambang batu bara yang mereka jalankan. 

Diketahui, ada perusahaan tambang yang beroperasi sekitar 1,7 km dari lokasi longsor yakni PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) yang menurut warga mesti bertanggung jawab terhadap korban longsor di dusun tersebut.

Berdasarkan data terbaru pada Senin (2/6/2025), yang terdampak longsor saat ini kurang lebih sebanyak 29 rumah. 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved