Selasa, 28 April 2026

Berita Bontang Terkini

Walikota Andi Harun Sebut Sodetan Jadi Solusi Banjir di Loa Janan Ilir Samarinda

Walikota Samarinda Andi Harun meninjau  kawasan Perumahan H. Saleh Kelurahan Simpang Tiga Kecamatan Loa Janan Ilir Samarinda

TribunKaltim.co/SINTYA ALFATIKA SARI
TINJAU LOKASI BANJIR - Walikota Samarinda, Andi Harun, meninjau langsung kawasan Perumahan H. Saleh di Kecamatan Loa Janan Ilir, Rabu (4/6). Dalam kunjungannya, Andi Harun menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan dukungan masyarakat untuk mengatasi persoalan banjir yang kompleks di kawasan tersebut. (TribunKaltim.co/SINTYA ALFATIKA SARI) 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA —  Walikota Samarinda Andi Harun meninjau  kawasan Perumahan H. Saleh Kelurahan Simpang Tiga Kecamatan Loa Janan Ilir Samarinda.

Lokasi ini kerap menjadi langganan banjir saat hujan deras. 

Bahkan peristiwa banjir pada 13 Mei 2025 lalu yang mencapai ketinggian hingga dada orang dewasa.

Dalam kunjungan ini, Pemkot Samarinda akan fokus rencana pembangunan sodetan sebagai saluran pembuangan air dari Waduk Barito dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Universitas Islam Negeri Samarinda (UINSI).

Menurut Andi Harun, perumahan H. Saleh dan kawasan sekitarnya menghadapi tekanan aliran air yang cukup kompleks. 

Baca juga: Respon Wali Kota Andi Harun soal Kebakaran Big Mall Samariinda, Sorot Pentingnya Sistem Keselamatan

“Setidaknya ada tiga sumber aliran air yang besar, satu dari DAS sekitar UINSI, kemudian diduga kuat berasal dari salah satu aktivitas pertambangan di kawasan Purwajaya serta dari saluran Barito. Ketiganya memberikan tekanan berat terhadap sistem drainase kawasan ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa keberadaan tiga sungai utama, yaitu Sungai Loa Janan, Loa Lah, dan Loa Bui, menjadi kunci dalam pengendalian banjir.

Namun, persoalan semakin pelik dengan adanya pemukiman yang berdiri di atas badan sungai, bukan hanya di bantaran, sehingga menyempitkan ruang aliran air.

“Kita berharap air yang bertemu di Sungai Loa Lah dapat dialirkan kembali ke Sungai Loa Janan dan akhirnya bermuara ke Sungai Mahakam.

Namun kendalanya, banyak pemukiman yang sudah menempel erat di badan sungai sehingga menghambat aliran,” terang Andi Harun.

Selain itu, Walikota juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas wilayah karena aliran air tidak mengenal batas administrasi.

Pihaknya pun akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) agar solusi mengurangi masuknya air ke Loa Janan Ilir bisa ditemukan bersama. 

“Ini bukan persoalan sederhana, harus melibatkan lintas sektor,” katanya.

Menyadari kompleksitas masalah, Pemkot Samarinda telah memulai sosialisasi kepada warga melalui camat dan lurah setempat. 

“Saya sudah tugaskan camat dan lurah setempat untuk melakukan inventarisasi mulai minggu ini. Jika pembebasan lahan di sepanjang sungai tidak bisa dilakukan 100 persen, setidaknya ada ruang minimum 10 sampai 15 meter agar aliran air tidak terhambat,” jelasnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved