Berita Kukar Terkini
Kades Muara Muntai Ilir Kukar Dikeroyok, Berikut Kronologinya
Rumah Kepala Desa Muara Muntai diserang sekelompok orang tak dikenal, dan ia bersama seorang warga bernama Kasdi menjadi korban pengeroyokan brutal
Penulis: Patrick Vallery Sianturi | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,TENGGARONG – Acara selamatan Hari Raya Idul Adha yang digelar Kepala Desa Muara Muntai Ilir, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Arifadin Nor, berubah menjadi tragedi.
Rumahnya diserang sekelompok orang tak dikenal, dan ia bersama seorang warga bernama Kasdi menjadi korban pengeroyokan brutal pada Minggu (8/9/2025).
Peristiwa ini bermula saat Kades Arifadin mengadakan acara halal bihalal bersama perangkat desa dan warga.
Acara berlangsung di rumahnya sebagai bagian dari tradisi Iduladha, dihadiri ketua RT, BPD, staf desa, hingga keluarga besar.
Suasana awalnya penuh keakraban, dengan kegiatan memasak dan bakar-bakaran ayam.
Baca juga: Duduk Perkara Anggota PSHT Keroyok Polisi di Jember, Blokade Jalan dan Lempari Batu
“Setelah lebaran ini kami berkumpulan dengan ketua RT, BPD, perangkat desa, ibunya ada juga. Di rumah mengadakan selamatan, masak-masak, bakar-bakaran ayam segala macam,” jelas Arifadin, Senin(9/6/2025).
Namun situasi berubah mencekam saat sekelompok orang tak dikenal mendatangi rumahnya. Massa tersebut diduga salah sangka, mengira acara kumpul tersebut adalah pertemuan dengan pihak Pelindo, yang tengah menjadi sorotan akibat rencana masuk ke wilayah perairan desa.
Pada saat kejadian sedang terjadi demo penolakan terhadap Pelindo yang akan masuk ke Desa Muara Muntai Ilir.
“Dikira kami kumpul-kumpul itu ada orang Pelindo, makanya disasar rumah saya. Itu hancur kaca-kacanya, segala macam,” kata Arifadin.
Ketegangan memuncak ketika sekitar tujuh hingga delapan orang langsung menyerang rumah dan melakukan kekerasan fisik terhadap Arifadin. Ia mengalami luka di bagian kepala, tangan, dan tubuh akibat pukulan benda tumpul.
“Saya dihajar juga, itu di video kan ada. Robek dua atau tiga jahitan. Tangan bengkak, di paha, di bahu, dipukul pakai balok 5x10,” terangnya.
Korban lain, Kasdi, yang saat itu berusaha melindungi Arifadin dari pukulan, juga ikut menjadi sasaran. Ia mengalami luka serius di bagian kepala dan harus menerima tujuh jahitan.
“Saya dengan Pak Kasdi itu, kepala tujuh jahitan. Pak Kasdi kebetulan beliau waktu saya mau dipukul sempat ngalangin, segala macam, sempat rebah juga dan langsung dihantam dari belakang kepala, tujuh jahitan,” ungkap Arifadin.
Arifadin menduga para pelaku merupakan pihak-pihak yang selama ini menjalankan aktivitas asis ilegal (pemanduan kapal tanpa izin) di wilayah Muara Muntai Ilir.
Mereka diyakini resah dengan rencana Pelindo mengambil alih jalur pandu resmi sebagai bagian dari penataan layanan pelabuhan nasional.
“Yang nyerang ini diduga pelaku asis ilegal di Muara Muntai Ilir. Mungkin merasa Pelindo masuk, mereka ibaratnya ini mata pencaharian mereka hilang,” katanya.
Baca juga: Profil/Biodata Vadel Badjideh, Pacar Lolly Anak Nikita Mirzani yang Keroyok Anggota TNI
Menurut Arifadin, sebagian besar warga yang hadir saat penyerangan tidak mengetahui duduk perkara, dan hanya segelintir orang yang melakukan tindakan anarkis.
"Yang lain cuma melihat. Nggak tahu ada pemukulan, pengancaman segala macam itu," ujarnya.
Kejadian ini telah dilaporkan Arifadin kepihak kepolisian. (*)
| Samboja Lestari Hadapi Tantangan Perambahan Lahan, BOSF Dorong Penguatan Kawasan Hutan Penyangga IKN |
|
|---|
| DPRD Kukar Dorong Insentif Guru Honorer Segera Cair, Layanan Kesehatan Ikut Dievaluasi |
|
|---|
| Kuota Naik, Beasiswa Kukar Idaman Terbaik 2026 Kembali Dibuka, Catat Tanggalnya |
|
|---|
| Kukar Bangun Jalan Baru ke Kutim Tanpa APBD, Libatkan Lima Perusahaan |
|
|---|
| Cerita Baik Bumi Etam, Kreativitas Guru SDN 015 Marangkayu Hadirkan Pembelajaran Bermakna |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250609-Kepala-Desa-Muara-Muntai-Ilir.jpg)