Berita Nasional Terkini
Bahlil Bantah IUP Nikel di Raja Ampat Dikeluarkan Jokowi, Kapal JKW Mahakam dan Dewi Iriana Disorot
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia membantah IUP nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya dikeluarkan era Jokowi. Kapal JKW Mahakam dan Dewi Iriana disorot.
Penulis: Aro | Editor: Doan Pardede
TRIBUNKALTIM.CO - Pemilik kapal JKW Mahakam dan Dewi Iriana jadi sorotan dalam kemelut tambang nikel di kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Terbaru, Pemerintah telah mencabut izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk perusahaan tambang nikel di kawasan Raja Ampat.
Dalam pernyataannya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah izin tambang nikel di Raja Ampat ini dikeluarkan di masa pemerintahan Jokowi atau Joko Widodo.
Namun Jokowi dan Iriana menjadi sorotan setelah ramai kapal JKW Mahakam dan Dewi Iriana yang diduga mengangkut nikel dari Raja Ampat yang mirip dengan inisial Jokowi dan Iriana.
Baca juga: Resmi Pemerintah Cabut IUP 4 Perusahaan Tambang Nikel di Raja Ampat, Kecuali PT Gag, Alasan Bahlil
Menteri ESDM, Bahlil membantah ketika ditanya mengenai dugaan keterkaitan Jokowi dan Iriana dalam pusaran tambang nikel di Raja Ampat, Bahlil membantahnya.
Selasa (10/6/2025) Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta mengatakan, "Oh, itu enggak ada itu, di mana itu."
Selain itu, Bahlil juga membantah bahwa izin usaha pertambangan (IUP) yang ada di Raja Ampat dikeluarkan di era Jokowi.
Selanjutnya, Bahlil menegaskan, pemerintah sudah mencabut IUP dari empat perusahaan yang beroperasi di Kawasan Raja Ampat.
Keempat perusahaan tersebut adalah
- PT Kawei Sejahtera Mining yang berlokasi di Pulau Kawe;
- PT Mulia Raymond Perkasa yang berlokasi di Pulau Batang Pele dan Pulau Manyaifun;
- PT Anugerah Surya Pertama yang berlokasi di Pulau Manuran; dan
- PT Nurham di Pulau Yesner Waigeo Timur.
Menurut Bahlil, izin usaha tambang dari empat perusahaan ini sudah keluar sejak 2004.
"Itu izin-izinnya keluar jauh sebelum pemerintahan Pak Jokowi.
Yang 4 IUP kita cabut itu kan, IUP-nya keluar 2004, 2006 masih rezim undang-undang izinnya dari daerah," ujar Bahlil seperti dikutip TribunKaltim.co dari kompas.com.
Sebagai informasi, aktivitas penambangan di Raja Ampat menjadi sorotan oleh berbagai pihak.
Terbaru, banyak unggahan video yang viral di media sosial memperlihatkan keberadaan kapal-kapal yang dinarasikan sebagai pengangkut bijih nikel.
Yang jadi kontroversi, kapal-kapal tersebut memiliki nama mirip dengan inisial Jokowi dan mantan Ibu Negara.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.