Kamis, 14 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

Balikpapan Perkuat Digitalisasi Data Lewat Desa Cantik, Wawali Dorong Pendataan di Kelurahan

Wawali Balikpapan Bagus Susetyo, menghadiri langsung pencanangan program Desa Cinta Statistik atau Desa Cantik di Kelurahan Gunung Samarinda Baru

Tayang:
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUNKALTIM.CO/SITI ZUBAIDAH
DESA CANTIK - Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat diwawancarai di Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Kecamatan Balikpapan Utara. Wawali Balikpapan Bagus Susetyo, menghadiri langsung pencanangan program Desa Cinta Statistik atau Desa Cantik di Kelurahan Gunung Samarinda Baru. (TRIBUNKALTIM.CO/SITI ZUBAIDAH) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Wakil Walikota Balikpapan, Bagus Susetyo, menghadiri langsung pencanangan program Desa Cinta Statistik atau Desa Cantik di Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Kecamatan Balikpapan Utara, Selasa (11/6/2025). 

Dimana Pencanangan ini menjadi yang keempat sejak program ini diperkenalkan pada 2021.

Wawali Bagus Susetyo menegaskan bahwa penguatan pendataan berbasis digital menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung perumusan kebijakan yang tepat sasaran.

"Pencanangan ini sejalan dengan komitmen kita membangun sistem pendataan yang kuat. Kita sudah punya perangkat, kita punya smartphone, dan masing-masing instansi juga sudah punya aplikasi. Jadi sudah saatnya kita manfaatkan untuk memperkuat monografi wilayah,” ujar Bagus Susetyo.

Ia menjelaskan, berbagai data strategis yang sebelumnya hanya dikelola oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Badan Pusat Statistik (BPS), kini perlu melibatkan Kelurahan secara aktif.

Baca juga: Mencari Bibit Atlet Potensial, Disdikbud Balikpapan Gelar O2SN

Menurutnya, 34 kelurahan yang ada di Balikpapan harus siap menjadi ujung tombak pengumpulan data masyarakat.

"Enggak perlu nunggu pencanangan lagi, kita akan buat edaran supaya semua kelurahan bisa mulai bergerak. Pendataan itu sudah mutlak, termasuk data jumlah penduduk, balita, generasi Z, milenial, bahkan sampai profesi,” tegasnya.

Bagus Susetyo juga menyinggung hasil rapat koordinasi beberapa waktu lalu mengenai pentingnya data kesehatan seperti kasus demam berdarah, stunting, dan tuberkulosis.

Dengan data yang akurat, penanganan masalah sosial dan kesehatan masyarakat bisa lebih cepat dan tepat sasaran.

"Kalau datanya kuat, lurah bisa langsung tahu berapa kasus stunting, berapa yang kena DBD di wilayahnya. Jadi kita enggak perlu tunggu laporan-laporan pusat,” ujarnya.

Baca juga: Tenaga Honorer Dihapuskan, Pemkot Balikpapan Upayakan Pengangkatan Status Menjadi PPPK

Bagus Susetyo juga menyampaikan terima kasih atas dukungan BPS dalam menginisiasi program ini sejak awal.

Menurutnya, Desa Cantik menjadi pintu masuk untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan berbasis data.

“Kami optimis ini akan bantu kita mewujudkan kesejahteraan warga. Kita akan bisa tahu angka kelahiran, angka pengangguran, tingkat kemiskinan setiap tahun dengan cepat,” ungkapnya.

Tak hanya data demografi, Wawali juga menyebut bahwa data tentang kondisi infrastruktur dan pelayanan publik harus mulai dikumpulkan oleh kelurahan.

“Kita bisa tahu mana jalan rusak, mana yang banjir, atau pelayanan air bersih yang belum merata. Semuanya bisa kita data,” tambahnya.

Baca juga: Revisi Perda Pajak jadi Optimalisasi PAD Kota Balikpapan, Wawali Bagus: Bukan Kota Tambang

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved