Minggu, 31 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Kapan Malam 1 Suro 2025? Ini Jadwal, Latar Sejarah dan Mitos Seputarnya

Malam 1 Suro dipandang sebagai malam yang sarat makna spiritual dan nuansa mistis dalam budaya Jawa. Di tahun 2025 malam ini jatuh pada Kamis, 26 Juni

Tayang:
Editor: Yara Tahnia
Tribunnews
MALAM 1 SURO - Penanggalan Hijriah yang diawali bulan Muharram, kemudian oleh Sultan Agung dinamai bulan Suro. Malam 1 Suro kerap dipandang sebagai malam yang sarat makna spiritual dan nuansa mistis dalam budaya Jawa. Salah satu kepercayaan yang masih mengakar adalah larangan untuk keluar rumah pada malam tersebut, karena dianggap bisa membawa dampak buruk. (Tribunnews) 

TRIBUNKALTIM.CO - Malam 1 Suro kerap dipandang sebagai malam yang sarat makna spiritual dan nuansa mistis dalam budaya Jawa. Salah satu kepercayaan yang masih mengakar adalah larangan untuk keluar rumah pada malam tersebut, karena dianggap bisa membawa dampak buruk.

Dalam sistem penanggalan Jawa, malam 1 Suro menandai pergantian tahun, bertepatan dengan tanggal 1 Muharram dalam kalender Hijriah Islam.

Di tahun 2025 malam ini jatuh pada Kamis, 26 Juni dan akan diperingati di berbagai daerah dengan suasana khidmat serta penuh nuansa religius.

Asal Usul dan Sejarah Malam 1 Suro

Istilah "Suro" diambil dari kata Arab "Asyura", yang merujuk pada tanggal 10 Muharram hari yang memiliki nilai spiritual penting bagi umat Islam.

Baca juga: Malam 1 Suro Tradisi Sakral dalam Budaya Jawa, Ini 5 Mitos dan Pantangan yang Masih Diyakini

Tradisi memperingati malam 1 Suro muncul pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo sekitar tahun 1633 Masehi.

Sultan Agung memperkenalkan sistem penanggalan baru yang menggabungkan kalender Islam (Hijriah) dan kalender Saka, serta menetapkan 1 Suro sebagai awal tahun Jawa.

Tujuan dari langkah ini adalah memperkuat identitas budaya Jawa sekaligus mempererat hubungan antara rakyat dan pemimpinnya.

Makna dan Kepercayaan yang Melekat pada Malam 1 Suro

Malam 1 Suro dipandang sebagai saat yang penuh kesucian dan digunakan untuk perenungan diri.

Seiring berjalannya waktu, berbagai larangan dan mitos pun muncul, di antaranya:

Penanggalan Hijriah yang diawali bulan Muharram, kemudian oleh Sultan Agung dinamai bulan Suro.
MALAM 1 SURO - Penanggalan Hijriah yang diawali bulan Muharram, kemudian oleh Sultan Agung dinamai bulan Suro. Malam 1 Suro kerap dipandang sebagai malam yang sarat makna spiritual dan nuansa mistis dalam budaya Jawa. Salah satu kepercayaan yang masih mengakar adalah larangan untuk keluar rumah pada malam tersebut, karena dianggap bisa membawa dampak buruk. (Tribunnews)

1. Larangan Keluar Rumah bagi Weton Tertentu

Masyarakat Jawa percaya bahwa individu dengan weton tertentu sebaiknya tidak bepergian pada malam ini, karena diyakini dapat membawa celaka atau kesialan.

2. Menjaga Keheningan

Malam 1 Suro identik dengan suasana yang tenang dan hening.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved