Berita Samarinda Terkini
Reaksi Kepala SMPN 30 soal Kebijakan Buku Lembar Kerja Peserta Didik di Samarinda Gratis
Kepala SMPN 30 Samarinda Utara, Bagus Retno, mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah memperoleh informasi sejak awal tahun terkait kebijakan
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang akan mendistribusikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) secara gratis kepada seluruh siswa SD dan SMP negeri kembali mendapatkan apresiasi dari jajaran satuan pendidikan.
Namun, di tengah antusiasme tersebut, sejumlah sekolah mengaku masih menunggu realisasi distribusi, termasuk SMP Negeri 30 Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Kepala SMPN 30 Samarinda Utara, Bagus Retno, mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah memperoleh informasi sejak awal tahun terkait kebijakan pencetakan LKPD yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda.
Namun hingga pertengahan Juni ini, pihaknya masih belum menerima buku-buku tersebut secara fisik.
Baca juga: Guru Datang ke Daerah Pelosok jadi Solusi Atasi Kesenjangan Pendidikan Kaltim
Kalau informasi sebenarnya sudah dari Januari lalu diinfokan bahwa nanti melalui dana APBD Samarinda akan ada LKPD, dicetak gratis.
"Tapi sampai saat ini kami memang belum menerima bukunya, informasinya memang saat ini di cetak,” ujar Bagus Retno saat dihubungi TribunKaltim.co pada Senin, 16 Juni 2025.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa distribusi LKPD dijadwalkan akan dilakukan pada tahun ajaran baru 2025/2026, namun pihak sekolah belum menerima kepastian mengenai tanggal pelaksanaannya.
Meskipun demikian, ia menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai bahwa bantuan dari pemerintah kota ini sangat berdampak terhadap efektivitas proses belajar-mengajar.
“Tahun ajaran baru katanya akan kami terima, hanya saja tanggalnya kami belum tahu. Ini sebagai bantuan dari Pemkot saya pikir luar biasa, karena dengan adanya LKPD sangat membantu,” tambahnya.
Bagus Retno juga menegaskan bahwa selama ini sekolah yang ia pimpin telah menerapkan sistem peminjaman buku secara gratis bagi siswa.
Ia memastikan bahwa SMPN 30 tidak terlibat dalam praktik jual beli buku, lantaran seluruh kebutuhan bahan ajar telah dipenuhi melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Kalau sekolah kami sebenarnya sudah lama dan tidak pernah menjual buku. Kami semua buku beli pakai dana BOS sehingga anak-anak siswa sampai lulus menggunakan meminjam buku gratis,” ungkapnya.
Dengan jumlah siswa yang relatif kecil hanya 54 orang, kehadiran LKPD yang dicetak dan didistribusikan oleh pemerintah kota dinilai sebagai pelengkap strategis yang bisa memperkuat pembelajaran dasar, sekaligus memperluas cakupan materi ajar.
Pihak sekolah pun dengan antusias menyambut program ini, sembari menunggu arahan teknis lanjutan dari Disdikbud Kota Samarinda.
Pihak sekolah tentunya hanya menunggu arahan saja, tapi saya yakin itu sudah hanya belum didistribusikan saja.
Baca juga: Sekolah di Samarinda Masih Menunggu Juknis Pembagian Buku Gratis Penunjang Gratis
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250616_Menghapus-Praktik-Jual-Beli-Sekolah.jpg)