Berita Internasional Terkini

Israel Bakar Uang Rp11,8 Triliun Per Hari dalam Perang Lawan Iran, Persiapkan Rp557 Triliun di 2025

Israel bakar uang Rp11,8 Triliun per hari dalam perang lawan Iran. Belakangan diketahui, Israel persiapkan Rp557 Triliun anggaran militer di 2025.

TribunKaltim.co/Dwi Ardianto
KECAM AGRESI ISRAEL - Aksi solidaritas kecam agresi Israel dalam rangka peringatan Yaumul Quds 2025 di depan Gedung DPRD Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (28/3/2025). Israel bakar uang Rp11,8 Triliun per hari dalam perang lawan Iran. Belakangan diketahui, Israel persiapkan Rp557 Triliun anggaran militer di 2025..(TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO) 

Beban keuangan sebagian besar disebabkan oleh penggunaan sistem pertahanan udara Israel secara besar-besaran.

Sistem pertahanan udara David's Sling, yang digunakan untuk mencegat rudal Iran arak pendek dan jarak jauh, menghabiskan biaya sekitar $700.000 (Rp 11,4 miliar) per aktivasi saat menembakkan minimal dua pencegatnya.

Sistem Arrow 3, yang dirancang untuk menghentikan rudal balistik jarak jauh, menghabiskan biaya sekitar $4 juta (Rp 65,5 miliar) per intersepsi.

Sementara Arrow 2 menghabiskan biaya sekitar $3 juta  (Rp 49,1 miliar), menurut analis militer Yehoshua Kalisky.

Iran tembakkan lebih dari 400 rudal dalam beberapa hari terakhir, yang sebagian besar memerlukan intersepsi dari Israel.

Biaya pengerahan jet tempur Israel, terutama F-35, menambah anggaran.

Setiap jam penerbangan menghabiskan biaya sekitar $10.000 per pesawat (Rp 163 juta).

Biaya bahan bakar amunisi seperti JDAM dan MK84, dan logistik untuk misi jarak jauh  semuanya menambah pengeluaran anggaran Israel.

Baca juga: Menhan Netanyahu Sebut Khamenei tak Boleh Hidup, Usai Rudal Iran Bombardir Israel Tanpa Ampun

Iran Butuh Rp 197 triliun sebulan

Zvi Eckstein, kepala Aaron Institute for Economic Policy, mencatat bahwa biaya yang dikeluarkan Israel per hari jauh lebih banyak dibandingkan perang dengan Gaza dan Hizbullah.

Lembaganya memperkirakan Israel akan menghabiskan anggaran perang melawan Iran sekitar $12 miliar (Rp 197 triliun).

Meskipun pengeluaran militernya besar, ekonomi Israel belum memasuki resesi.

Akan tetapi, gangguan akibat perang membuat bisnis Israel merugi.

Banyak bisnis termasuk restoran, hotel, pabrik, dan lainnya tutup dan hanya pekerja penting yang melapor untuk bertugas.

Bandara internasional utama negara itu ditutup selama beberapa hari sebelum dibuka kembali sebagian untuk penerbangan pulang.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved