Berita Internasional Terkini

Perang Iran-Israel, Selat Hormuz di Mana? Dampak Jika Teheran Tutup Jalur Perdagangan Minyak Dunia

Perang Iran-Israel, Selat Hormuz di mana? Dampak jika Teheran menutup jalur perdagangan minyak yang vital di dunia.

Editor: Amalia Husnul A
Google Maps
PERAN IRAN-ISRAEL - Lokasi Selat Hormuz yang kini menjadi sorotan di tengah perang Iran-Israel. Dampak perang Iran-Israel kini menimbulkan kekhawatiran soal penutupan Selat Hormuz, jalur perdagangan minyak paling vital di dunia. Selat Hormuz di mana? Dampak jika Teheran menutup jalur perdagangan minyak yang vital di dunia. (Google Maps) 

TRIBUNKALTIM.CO - Update perang Iran-Israel yang kini menimbulkan kekhawatiran soal penutupan Selat Hormuz, jalur perdagangan minyak paling vital di dunia. 

Di mana posisi Selat Hormuz dan bagaimana dampaknya jika Teheran menutupnya dalam perang Iran-Israel yang memanas. 

Dalam perdagangan minyak dunia, sekitar seperlima dari minyak mentah di dunia hilir mudik melalui Selat Hormuz, jalur selebar 40 km pada bagian tersempitnya.

Komandan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran Alireza Tangsiri awal tahun ini sudah menyatakan kemampuan pihaknya.

Baca juga: 8 Fakta Terbaru Perang Iran-Israel: Beersheba Jadi Target hingga Stasiun Kereta Api Ditutup

"Kami punya kemampuan menutup Selat Hormuz," kata Alireza sebagaimana dikutip berbagai media.

Kekhawatiran soal penutupan Selat Hormuz tersebut bukan tanpa alasan.

Mantan kepala badan intelijen Inggris MI6 Sir Alex Younger mengungkapkan kepada terkait risiko penutupan Selat Hormuz.

"Menutup Selat (Hormuz) jelas akan menjadi masalah ekonomi yang luar biasa mengingat dampaknya terhadap harga minyak," ujarnya.

Perairan penting

Lembaga Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) memperkirakan sekitar 20 juta barel minyak melintasi Selat Hormuz per hari pada paruh pertama 2023.

Jumlah itu setara dengan perdagangan energi senilai hampir 600 miliar dollar AS per tahun yang diangkut melalui rute maritim.

Gangguan dalam bentuk apa pun di jalur laut dapat menyebabkan penundaan pengiriman minyak global secara signifikan, yang segera berdampak pada harga minyak.

Namun, para analis memperingatkan konsekuensi yang berpotensi lebih serius adalah peningkatan konflik antara Israel dan Iran.

Sebab, hal ini dapat menyeret negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat, ke dalam pertikaian karena mereka bergantung pada impor minyak dari negara-negara Teluk.

Selat Hormuz merupakan jalur perairan sempit yang terletak antara Iran dan Oman.

Jalur masuk dan keluarnya memiliki lebar sekitar 50 km, dan sekitar 40 km pada titik tersempitnya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved