Berita Internasional Terkini

Ratapan dan Kemarahan Netanyahu Disebut Menggelikan, Menlu Iran Ungkit soal Gaza

Menteri Luar Negeri Iran sebut ratapan dan kemarahan Netanyahu menggelikan.

Kolase X @SuppressedNws
PUSAT EKONOMI DIRUDAL - Kawasan pusat ekonomi Israel di Tel Aviv dirudal oleh Iran pada Kamis (19/6/2025) siang. Termasuk gedung pencakar langit bursa efek Israel. Menteri Luar Negeri Iran sebut ratapan dan kemarahan Netanyahu menggelikan. (Kolase X @SuppressedNws) 

TRIBUNKALTIM.CO - Menteri Luar Negeri Iran sebut ratapan dan kemarahan Netanyahu menggelikan.

Perang Israel - Iran sudah memasuki hari kedelapan.

Korban jiwa dan kerusakan di dua negara tak terelakan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pun mengungkapkan kemarahannya.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengomentari kemarahan Benjamin Netanyahu setelah rudal Iran menghantam rumah sakit (RS) di Israel.

Baca juga: Update Perang Iran vs Israel Terbaru 2025, Kemlu Evakuasi 101 WNI Lewat Jalur Darat

Araghchi menuturkan, kemarahan Netanyahu atas pengeboman RS Soroka Medical Center di Israel selatan tersebut sebagai suatu hal yang menggelikan.

Menurutnya, pengeboman saja tidak cukup diberikan kepada Israel, setelah apa yang dilakukannya terhadap Palestina di Gaza.

"Mendengar ratapan seperti itu dari rezim yang dengan sengaja mengebom RS di Gaza agak menggelikan," kata Araghchi di Jenewa, Swiss, sebagaimana dilansir AP.

Menurut Araghchi, Israel harusnya berkaca karena mereka melakukan pengeboman yang sama terhadap warga Palestina di Gaza. \

Dia menambahkan, angkatan bersenjata Israel tak ragu menyerbu rumah sakit dan menembak pasien.

"Dan sekarang, rezim yang sama itu berpura-pura menjadi korban di panggung internasional. Terus terang ini agak menggelikan," ujar Araghchi.

Baca juga: Perang Iran-Israel: AS Kirim Pesawat Militer Terbesar di Dunia, Ini Spesifikasi C-5M Super Galaxy

Netanyahu marah

Diberitakan sebelumnya, Netanyahu marah-marah setelah rudal Iran menghantam RS Soroka Medical Center di Israel pada Kamis (19/6/2025).

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan parah di RS, 240 orang terluka, dan empat di antaranya mengalami luka serius.

"Kami akan menuntut harga penuh dari para tiran di Teheran," kata Netanyahu.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved