Jumat, 8 Mei 2026

Berita Internasional Terkini

Update Perang Iran vs Israel Terbaru 2025, Kemlu Evakuasi 101 WNI Lewat Jalur Darat

Update perang Iran vs Israel terbaru 2025, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengevakuasi 101 WNI lewat jalur darat.

Tayang:
Editor: Doan Pardede
(Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
EVAKUASI WNI - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengungkapkan, evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Iran menggunakan jalur darat, mengingat pesawat tidak bisa melintasi Iran. Keterangan ini disampaikannya kepada awak media di St. Petersburg, Rusia, Rabu (18/6/2025).(Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden) 

Serangan baru-baru ini terhadap kapal komersial telah memaksa pengalihan rute melalui Tanjung Harapan di Afrika.

Menambah waktu pengiriman Asia-Eropa sebanyak 10 hari-15 hari dan meningkatkan biaya kontainer sebesar 150persen-200persen.

Gangguan tersebut bisa berdampak pada sejumlah sektor industri.

Contohnya otomotif dan elektronik, yang bergantung pada komponen impor untuk 65persen produksinya. 

Baca juga: 8 Fakta Terbaru Perang Iran-Israel: Beersheba Jadi Target hingga Stasiun Kereta Api Ditutup

Tantangannya adalah menghadapi kelangkaan semikonduktor dengan waktu tunggu hingga 26 minggu, yang berpotensi menimbulkan kerugian ekspor sebesar US$ 500 juta.

Selanjutnya, industri tekstil dan alas kaki yang merupakan salah satu penghasil ekspor utama.

Tantangannya adalah potensi margin laba yang menyusut 5persen-7persen akibat kenaikan biaya logistik, mengurangi daya saing dibandingkan pesaing regional seperti Vietnam dan Bangladesh.

Sementara itu, sektor nikel dan baja menghadapi kenaikan biaya transportasi batubara sebesar 15persen - 20persen serta penundaan pengiriman tiga hingga empat minggu, mengancam kerugian ekspor sebesar US$ 1,2 miliar.

Di bidang pangan, ada risiko dari impor gandum, yang mencapai 11 juta metrik ton per tahun, dengan 60persen berasal dari wilayah dekat zona konflik. Hal ini berkontribusi pada kenaikan harga roti sebesar 8persen.

Indonesia juga mengimpor pupuk dan bahan baku pupuk berbasis NPK, seperti fosfat, perkiraan sekitar 64persen. 

Di antaranya berasal dari Mesir yang terletak strategis di kawasan Timur Tengah.

Selain Mesir, Indonesia juga mengimpor sejumlah kecil bahan baku pupuk dari negara-negara Timur Tengah lainnya.

Meskipun volume impor dari negara-negara tersebut relatif kecil, potensi dampaknya tetap signifikan apabila terjadi konflik di kawasan tersebut.

Konflik di Timur Tengah dapat mengganggu rantai pasok global, yang pada akhirnya berpotensi menyebabkan lonjakan harga pupuk di dalam negeri dan mempengaruhi sektor pertanian nasional.

Kekurangan berkepanjangan dapat mengurangi hasil panen padi sebesar 10persen-15persen.

Di tengah kondisi tersebut, Agus menyampaikan dukungan pemerintah akan terus diberikan dalam bentuk insentif, fasilitasi investasi, hingga kebijakan fiskal untuk mempercepat transformasi industri ke arah yang lebih efisien dan berdaya saing.

“Ketahanan pangan dan energi bukan hanya tanggung jawab sektor primer, tapi juga sektor industri,” tandas Agus, seperti dilansir kontan.co.id.

Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved