Berita Penajam Terkini

54 Koperasi Merah Putih di Penajam Paser Utara Kaltim Terbentuk, Pengurus Ditentukan via Musyawarah

Koperasi Merah Putih di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur sudah terbentuk. Pengurus ditentukan via musyawarah

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU
KOPERASI MERAH PUTIH - Kepala Dinas Perdagangan PPU Margono Hadi Sutanto, mengatakan bahwa seluruh desa dan kelurahan di Penajam Paser Utara sudah membentuk koperasi merah putih, Rabu (25/6/2025). Ditargetkan, seluruh koperasi yang telah terbentuk itu sudah melaunching jenis usahanya pada September atau Oktober 2025 mendatang. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Koperasi Merah Putih di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur sudah terbentuk.

Jumlahnya sebanyak 54 unit, tersebar di masing-masing desa dan kelurahan se-Kabupaten Penajam Paser Utara.

Kepala Dinas Perdagangan PPU, Margono Hadi Sutanto mengatakan bahwa proses pembentukannya sudah berjalan sejak beberapa waktu lalu.

"Sudah 100 persen dan sudah terbentuk semuanya, itu totalnya ada 54," ungkapnya kepada TribunKaltim.co Rabu (25/6/2025).

Baca juga: Pemkab Dorong Koperasi Merah Putih di Mahulu Jual Sembako dengan Harga Murah, Jaga Stabilitas Harga

Pengurus atau pengelola koperasi tersebut, ditentukan lewat musyawarah desa atau kelurahan.

Sedangkan jenis usaha yang akan dijalankan, hingga saat ini belum ditentukan.

Kata Margono, hal itu harus berdasarkan potensi yang dimiliki masing-masing desa atau kelurahan.

Jika pengurus merasa telah memiliki satu jenis usaha yang dianggap cocok, tim dari Dinas Perdagangan akan turun melakukan verifikasi.

"Pembentukan kelembagaannya dulu, setelah itu baru bicara analisis usaha apa, disetiap desa kan beda-beda, usahanya sesuai dengan permasalahan yang ada di desa," jelasnya.

Baca juga: Koperasi Merah Putih di Mangkupalas Samarinda Fokus Suplai Gas, Sembako, dan Daging Beku

Setelah penentuan jenis usaha, pemerintah pusat akan mengalokasikan anggaran, untuk dikelola di koperasi tersebut.

Besaran anggaran pun berbeda-beda, tergantung jenis usaha yang akan dijalankan nantinya.

Kata Margono, kisarannya yang paling banyak bahkan bisa mencapai Rp3 miliar untuk satu desa atau kelurahan.

"Bantuan modal akan diberikan pemerintah pusat, tapi berdasarkan kebutuhan bisnisnya, jadi akan di analisis dulu," ujarnya.

Ditargetkan, seluruh koperasi yang telah terbentuk itu sudah melaunching jenis usahanya pada September atau Oktober 2025 mendatang.

Sehingga, koperasi juga akan segera beroperasi di wilayah masing-masing.

"Target operasi September atau Oktober sudah ada launching bisnisnya," pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved