Minggu, 31 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Malam 1 Suro 2025: Jadwal, Doa dan 7 Amalan yang Perlu Diketahui

Malam 1 Suro 2025 menjadi salah satu momen penting yang sangat dianjurkan untuk dirayakan dalam rangka menyambut datangnya tahun baru Islam.

Tayang:
Editor: Yara Tahnia
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
MALAM 1 SURO - Tradisi Tapa Bisu Lampah Mubeng Beteng kompleks Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Selasa (4/11/2013) dini hari. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2025 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), tanggal 1 Suro 2025 bertepatan dengan 1 Muharram 1447 H, yang jatuh pada hari Jumat, 27 Juni 2025. (KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO) 

TRIBUNKALTIM.CO - Malam 1 Suro 2025 menjadi salah satu momen penting yang sangat dianjurkan untuk dirayakan dalam rangka menyambut datangnya tahun baru Islam.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2025 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), tanggal 1 Suro 2025 bertepatan dengan 1 Muharram 1447 H, yang jatuh pada hari Jumat, 27 Juni 2025.

Artinya, malam 1 Suro dimulai pada Kamis malam, 26 Juni 2025.

Di masyarakat Jawa, malam ini dianggap sakral dan biasanya diperingati dengan berbagai tradisi leluhur.

Sedangkan bagi umat Islam, malam tersebut menjadi waktu istimewa untuk menyambut awal tahun Hijriah dengan berbagai amalan spiritual.

Baca juga: Sambut Malam 1 Suro 2025 pada 26 Juni: Ini Tradisi, Filosofi dan Pantangan yang Perlu Diketahui

Apa saja amalan yang disarankan pada malam 1 Suro 2025?

Berikut ini adalah 7 amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada malam 1 Suro atau malam 1 Muharram 1447 H, sebagaimana dikutip dari situs resmi Baznas:

1. Membaca Doa Akhir dan Awal Tahun

Amalan utama yang disarankan adalah membaca doa penutup tahun pada akhir bulan Dzulhijjah (sebelum Maghrib) dan doa pembuka tahun setelah Maghrib pada malam 1 Muharram.

Contoh doa yang dibaca:

Doa Akhir Tahun: Memohon ampunan atas kesalahan di tahun sebelumnya.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Latin:

Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.

Artinya:

“Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Karenanya aku memohon ampun kepada-Mu. Ampunilah aku. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah pupuskan harapanku. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”


Doa Awal Tahun: Meminta perlindungan, bimbingan, dan keberkahan di tahun yang akan datang.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِه، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Latin:

Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.

Artinya:

“Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”


Membaca doa ini dipercaya sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diberikan rahmat dan perlindungan sepanjang tahun baru.

MALAM 1 SURO - Tradisi Tapa Bisu Lampah Mubeng Beteng kompleks Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Selasa (4/11/2013) dini hari.  Beda perayaan malam 1 Suro di Yogyakarta dan Solo. Lengkap ucapan sambut 1 Suro dalam bahasa Jawa.
MALAM 1 SURO - Tradisi Tapa Bisu Lampah Mubeng Beteng kompleks Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Selasa (4/11/2013) dini hari. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2025 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), tanggal 1 Suro 2025 bertepatan dengan 1 Muharram 1447 H, yang jatuh pada hari Jumat, 27 Juni 2025. (KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO)

2. Memperbanyak Dzikir dan Tilawah Al-Qur’an

Malam 1 Suro menjadi momen yang tepat untuk memperbanyak dzikir dan membaca Al-Qur’an, sebagai bentuk introspeksi dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

3. Mendirikan Shalat Sunnah

Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah seperti Tahajjud, Hajat, dan Taubat.

Ibadah ini menjadi media untuk memohon ampunan dan limpahan berkah dari Allah SWT.

4. Memperbanyak Istighfar

Malam tahun baru Islam juga sangat baik dimanfaatkan untuk memohon ampun atas segala dosa.

Perbanyak istighfar dan panjatkan doa agar Allah mengampuni kesalahan masa lalu.

Baca juga: 1 Muharram 2025: Libur Tahun Baru Islam Jatuh Kapan? Ini Jadwal Long Weekend-nya

5. Melakukan Muhasabah atau Introspeksi Diri

Gunakan malam ini untuk mengevaluasi perjalanan hidup selama satu tahun terakhir.

Renungkan kesalahan yang telah terjadi dan niatkan perubahan menuju pribadi yang lebih baik di tahun mendatang.

6. Berdoa untuk Kebaikan di Tahun Baru

Berdoalah agar tahun baru ini dipenuhi keberkahan, kesehatan, keselamatan, dan rezeki yang baik.

Panjatkan harapan kepada Allah agar hidup menjadi lebih bermakna.

7. Bersedekah

Mengeluarkan sedekah di malam 1 Muharram merupakan amalan yang sangat dianjurkan.

Baca juga: Kapan Malam 1 Suro 2025? Ini Jadwal, Latar Sejarah dan Mitos Seputarnya

Selain membantu sesama, sedekah juga menjadi sarana untuk menyucikan harta dan jiwa dari dosa.

Malam 1 Suro 2025 adalah kesempatan berharga untuk memulai tahun baru Islam dengan langkah yang baik.

Melalui berbagai amalan yang disarankan, umat Muslim diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Serta menjadikan momen ini sebagai awal kehidupan yang lebih berkah dan bermakna. (*)

Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved