Jumat, 12 Juni 2026

Liputan Khusus

Koperasi Merah Putih, Harapan Baru Ekonomi Rakyat Kalimantan Timur Bangkit

Gagasan untuk menghidupkan kembali koperasi di Indonesia, yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto, merupakan angin segar bagi perekonomian rakyat

Tayang:
Penulis: Nevrianto | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO
ADJI SOFYAN EFFENDI (Ketua ISEI Samarinda-Kordinator ISEI Kaltim). (TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO ) 

Oleh : ADJI SOFYAN EFFENDI

TRIBUNKALTIM.CO - Gagasan untuk menghidupkan kembali koperasi di Indonesia, yang digaungkan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, merupakan angin segar bagi perekonomian rakyat. 

Sebagaimana ditegaskan oleh para pendiri Republik, koperasi adalah soko guru dan tulang punggung ekonomi bangsa. Dengan plafon pembiayaan maksimal hingga Rp 3 miliar per koperasi, sesuai dengan proposal yang diajukan Koperasi Merah Putih (KMP) di seluruh Indonesia, ini adalah harapan baru di tengah kondisi koperasi yang nyaris terpuruk.

Namun, untuk menghindari terulangnya kegagalan masa lalu, penting bagi KMP di Kalimantan Timur untuk menyusun rencana bisnis yang cerdas dan adaptif.

Potensi Kalimantan Timur dan Kebutuhan Pokok Masyarakat

Kalimantan Timur, dengan sepuluh kabupaten dan kota, memiliki karakteristik daerah yang beragam. Berbeda dengan KMP di Papua atau Sumatera, model bisnis KMP di Kaltim harus disesuaikan dengan potensi lokal.

Prospek bisnis yang berlandaskan ekonomi kreatif dan pemenuhan sembilan kebutuhan pokok bulanan masyarakat diyakini sangat menjanjikan dan berpotensi memberikan profit yang menguntungkan.

Pertimbangkan saja, tidak ada seorang pun, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN), yang tidak membutuhkan beras, gula, minyak goreng, atau gandum.

KMP di masing-masing kelurahan di kabupaten/kota Kaltim berpotensi besar untuk menjadi pemasok utama kebutuhan dasar ini. Data menunjukkan bahwa pengeluaran rumah tangga untuk makanan dan minuman di Kalimantan Timur terus meningkat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur:

- Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kalimantan Timur pada tahun 2023 adalah sekitar Rp 711.282,-. Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 13,59 persen dibandingkan tahun sebelumnya secara nominal.

- Pada Maret 2024, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kalimantan - Timur (gabungan kota dan desa) mencapai Rp 925.954,-. Ini mencerminkan pangsa pengeluaran untuk makanan yang signifikan dalam anggaran rumah tangga.

- Jumlah penduduk Kalimantan Timur pada akhir 2023 mencapai 4,01 juta jiwa. Dengan pertumbuhan penduduk yang diproyeksikan terus bertambah, kebutuhan akan sembilan bahan pokok juga akan terus meningkat.

- Tingkat inflasi tahunan (year-on-year) di Kalimantan Timur pada Desember 2023 adalah 3,46 persen, dan pada Desember 2024 tercatat 1,47 persen. Meskipun inflasi cenderung menurun, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih memberikan andil signifikan terhadap inflasi, menunjukkan fluktuasi harga komoditas pangan yang perlu diperhatikan. Pada Desember 2024, kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 2,64 persen.

Angka-angka ini menunjukkan potensi pasar yang besar dan stabil untuk produk-produk kebutuhan pokok di Kalimantan Timur. KMP dapat berperan strategis dalam memenuhi kebutuhan ini, bahkan berpotensi menstabilkan harga di tingkat lokal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved