Minggu, 19 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Walikota Andi Harun Tegaskan Penanganan Banjir Samarinda Jalan Terus Meski Tanpa Anggaran

Penanganan banjir di Kota Samarinda, Kalimantan Timur terus dikebut oleh Walikota Samarinda Andi Harun. 

HO/HUMAS PEMKOT SAMARINDA
PENANGGULANGAN BANJIR - Suasana rapat pembahasan penanggulangan banjir yang dipimpin Wali Kota Andi Harun. Rapat ini menekankan strategi jangka pendek dan revisi regulasi sebagai langkah cepat menghadapi genangan di sejumlah wilayah Samarinda. (HO/HUMAS PEMKOT SAMARINDA) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Penanganan banjir di Kota Samarinda, Kalimantan Timur terus dikebut oleh Walikota Samarinda Andi Harun

Andi Harun menegaskan bahwa penanggulangan banjir tidak boleh menunggu ketersediaan anggaran semata. 

Berdasarkan asil rapat teknis bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Rabu (25/6/2025) malam, ia menyampaikan bahwa Pemkot Samarinda telah menyusun strategi intervensi menyeluruh dengan pendekatan multi-aspek yang mencakup penanganan teknis sungai, drainase, serta penegakan terhadap pembukaan lahan yang berdampak ekologis serius.

"Kita melakukan pendalaman sampai pada urusan yang bersifat teknis tentang penanggulangan banjir," kata Andi Harun di hadapan jajaran dinas teknis.

Ia menjelaskan, langkah-langkah intervensi terbagi dalam beberapa aspek besar.

Baca juga: Cerita Warga Korban Banjir di Samarinda, Sebulan 2 Kali Kebanjiran, Waspadai Ular dan Maling

Pertama, aspek pengendalian badan sungai, termasuk Sungai Karang Mumus dan anak-anak sungai lainnya seperti Karang Asam Besar, Karang Asam Kecil, serta sungai-sungai lain yang mengalami sedimentasi dan gangguan pada badan air. 

Selain itu, aspek drainase kota yang selama ini menjadi titik rawan genangan akibat minimnya sistem aliran air yang memadai.

"Untuk memastikan program kita berjalan, ada yang bersifat jangka pendek dan jangka panjang," ujar Andi Harun

Dalam skema jangka pendek, Pemkot Samarinda memetakan setidaknya 11 titik genangan prioritas yang dalam dua bulan terakhir kembali mengalami peningkatan, setelah sebelumnya tiga tahun relatif terkendali.

Wilayah yang masuk daftar tersebut antara lain Lempake (termasuk Kebun Agung), Jalan DI Panjaitan, kawasan Damanhuri (termasuk Gang Ogok dan sekitarnya), Jalan Gerilya (Gang Indah dan Gang Kenanga), serta Lambung Mangkurat. 

Baca juga: Walikota Beber Skema Penanggulangan Banjir Samarinda, Andi Harun: APBD Kota tak Cukup, Perlu Sinergi

Di sektor Sempaja, daerah Bengkuring dan Padat Karya juga mengalami genangan, hingga ke kawasan simpang empat.

Di sisi lain, Loa Bakung (terutama di sekitar Palbesi), Loa Buah, serta wilayah flyover arah Juanda sampai Tridaya turut menjadi perhatian.

"Pendek kata, ada kurang lebih 11 sampai 12 titik yang bersifat jangka pendek ini harus segera kita turun intervensi," tegas Andi Harun

Ia menyebutkan bahwa beberapa titik tersebut sudah masuk dalam APBD 2025 sebagai kegiatan penanganan, namun ada pula yang belum dialokasikan dan harus ditangani secara swakelola.

"Yang sudah ada itu berlanjut dalam bentuk kegiatan project penanganan. Yang belum ada, kita melakukan penanganan bersifat jangka pendek. Apa itu jangka pendek? Untuk membuat air itu mengalir," jelasnya. 

Baca juga: Penanganan Banjir Samarinda Kaltim Masih Jauh dari Harapan, PUPR Butuh Kolaborasi dan Evaluasi

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved