Berita Balikpapan Terkini
Biaya Tinggi dan Minimnya Penumpang, DPRD Balikpapan Minta Evaluasi BCT Sebelum Ekspansi
DPRD menyoroti tingginya biaya operasional layanan BCT yang mencapai Rp24 miliar per tahun dan menilai perlu evaluasi efisiensi sebelum ekspansi
Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - DPRD menyoroti tingginya biaya operasional layanan BCT yang mencapai Rp24 miliar per tahun dan menilai perlu evaluasi efisiensi sebelum menambah koridor baru.
Kondisi bus yang sering kosong di luar jam sibuk dianggap tidak efisien, sehingga penambahan armada dan jadwal padat hanya layak jika efektivitas layanan sudah terbukti.
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman, menyebut, pengembangan koridor baru memerlukan kesiapan anggaran tambahan dari pemerintah daerah.
Saat ini, pengoperasian dua koridor BCT menghabiskan sekitar Rp24 miliar per tahun dari APBD, dengan asumsi satu koridor menelan biaya Rp12 miliar per tahun.
"Kalau kita ingin menambah koridor, otomatis harus siap dengan tambahan anggaran. Ini yang perlu menjadi perhatian bersama antara eksekutif dan legislatif," ujarnya.
Baca juga: Pemkot Balikpapan Pastikan Kehadiran BCT Tidak Mematikan Angkutan Kota tapi Justru Bersinergi
Ia menjelaskan bahwa layanan BCT masih digratiskan hingga kontrak operator berakhir pada 2027, sehingga seluruh biaya operasional ditanggung pemerintah.
Menurutnya, sebelum melakukan ekspansi, perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas layanan yang berjalan.
Salah satu masalah yang disoroti Yono adalah minimnya penumpang di luar jam sibuk, yang membuat armada bus kerap beroperasi nyaris kosong.
Kondisi ini dinilai tidak efisien, baik dari sisi pembiayaan maupun pemanfaatan fasilitas.
Yono menegaskan bahwa efisiensi operasional harus menjadi perhatian utama sebelum pemerintah menambah koridor baru.
Baca juga: Jalur BCT Terminal Batu Ampar Rusak Parah, DPU Balikpapan Gerak Cepat Lakukan Perbaikan
Ia berharap kebijakan transportasi publik berjalan seimbang antara perluasan layanan dan pemanfaatan anggaran yang optimal.
"Saat ini waktu tunggu antarbus bisa sampai 30 menit. Ini terlalu lama. Kita perlu tambah armada dan buat pengaturan jadwal yang lebih padat, terutama saat jam sibuk," sarannya. (*)
Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram.
Pegadaian Ajak Warga Balikpapan Bijak Berinvestasi Lewat Tabungan Emas |
![]() |
---|
IDI Balikpapan Ungkap Kasus ISPA Masih Tertinggi, Hipertensi dan Diabetes Mulai Ancam Usia Muda |
![]() |
---|
Ini Daftar TK, SD, dan SMP di Balikpapan yang Belajar dari Rumah Saat Demo 1 September |
![]() |
---|
Jelang Demo 1 September 2025, Kilas Balik Aksi di Balikpapan, Tanggapan Wawali Bagus Susetyo |
![]() |
---|
Demo di Balikpapan, Satlantas Polresta Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Jalan Jenderal Sudirman |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.