Berita Balikpapan Terkini

Biaya Tinggi dan Minimnya Penumpang, DPRD Balikpapan Minta Evaluasi BCT Sebelum Ekspansi

DPRD menyoroti tingginya biaya operasional layanan BCT yang mencapai Rp24 miliar per tahun dan menilai perlu evaluasi efisiensi sebelum ekspansi

TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
EVALUASI BCT - Salah satu armada Balikpapan City Trans (BCT) yang dioperasikan. Layanan BCT dinilai belum efisien karena rendahnya jumlah penumpang di luar jam sibuk dan tingginya biaya operasional. (TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - DPRD menyoroti tingginya biaya operasional layanan BCT yang mencapai Rp24 miliar per tahun dan menilai perlu evaluasi efisiensi sebelum menambah koridor baru.

Kondisi bus yang sering kosong di luar jam sibuk dianggap tidak efisien, sehingga penambahan armada dan jadwal padat hanya layak jika efektivitas layanan sudah terbukti.

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman, menyebut, pengembangan koridor baru memerlukan kesiapan anggaran tambahan dari pemerintah daerah.

Saat ini, pengoperasian dua koridor BCT menghabiskan sekitar Rp24 miliar per tahun dari APBD, dengan asumsi satu koridor menelan biaya Rp12 miliar per tahun.

"Kalau kita ingin menambah koridor, otomatis harus siap dengan tambahan anggaran. Ini yang perlu menjadi perhatian bersama antara eksekutif dan legislatif," ujarnya.

Baca juga: Pemkot Balikpapan Pastikan Kehadiran BCT Tidak Mematikan Angkutan Kota tapi Justru Bersinergi

Ia menjelaskan bahwa layanan BCT masih digratiskan hingga kontrak operator berakhir pada 2027, sehingga seluruh biaya operasional ditanggung pemerintah.

Menurutnya, sebelum melakukan ekspansi, perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas layanan yang berjalan.

Salah satu masalah yang disoroti Yono adalah minimnya penumpang di luar jam sibuk, yang membuat armada bus kerap beroperasi nyaris kosong.

Kondisi ini dinilai tidak efisien, baik dari sisi pembiayaan maupun pemanfaatan fasilitas.

Yono menegaskan bahwa efisiensi operasional harus menjadi perhatian utama sebelum pemerintah menambah koridor baru.

Baca juga: Jalur BCT Terminal Batu Ampar Rusak Parah, DPU Balikpapan Gerak Cepat Lakukan Perbaikan

Ia berharap kebijakan transportasi publik berjalan seimbang antara perluasan layanan dan pemanfaatan anggaran yang optimal.

"Saat ini waktu tunggu antarbus bisa sampai 30 menit. Ini terlalu lama. Kita perlu tambah armada dan buat pengaturan jadwal yang lebih padat, terutama saat jam sibuk," sarannya. (*)

Ikuti berita populer lainnya di Google NewsChannel WA, dan Telegram.

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved