Sabtu, 25 April 2026

Berita Internasional Terkini

Donald Trump Emosi Dengar Pidato Ali Khamenei, Tidak Jadi Cabut Sanksi ke Iran

Presiden AS, Donald Trump emosi usai mengetahui isi pidato Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Imbasnya ia tidak jadi cabut sanksi ke Iran.

YouTube/Guardian News
TRUMP MARAH - Tangkapan layar melalui kanal YouTube Guardian News pada Selasa (24/6/2025). Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa ia membatalkan rencana pencabutan sanksi terhadap Iran setelah Pemimpin Tertinggi Republik Islam tersebut yakni Ali Khamenei memberikan pidato terkait Israel yang menyindir dirinya pada Kamis (26/6/2025). . (YouTube/Guardian News) 

Ini menunjukkan bahwa rezim Zionis harus tahu bahwa agresi terhadap Republik Islam Iran harus dibayar dengan harga yang mahal—harga yang sangat mahal bagi mereka. 

Dan, puji Tuhan, ini terjadi. 

Penghargaan itu milik angkatan bersenjata kita dan rakyat kita yang terkasih, yang telah membesarkan, melatih, dan mendukung pasukan ini, memperkuat tangan mereka untuk melaksanakan tugas yang begitu besar. 

Kedua, selamat atas kemenangan Iran kita tercinta atas rezim Amerika.

Rezim Amerika memasuki perang—perang langsung—karena mereka merasa bahwa jika mereka  (Amerika) tidak campur tangan, rezim Zionis akan sepenuhnya musnah.

Mereka memasuki perang untuk menyelamatkannya, tetapi mereka tidak memperoleh apa pun dari perang ini.

Mereka menyerang fasilitas nuklir kita—yang, tentu saja, memerlukan tuntutan hukum independen di pengadilan internasional—tetapi mereka gagal mencapai apa pun yang signifikan.

 Presiden AS (Amerika Serikat) melebih-lebihkan dalam menggambarkan apa yang telah terjadi, mengungkapkan bahwa ia membutuhkan pernyataan berlebihan ini.

Siapa pun yang mendengarkan kata-kata itu mengerti bahwa di balik permukaan mereka terdapat kebenaran lain. 

Mereka tidak dapat mencapai apa pun; mereka gagal mencapai tujuan mereka.

Mereka melebih-lebihkan untuk menyembunyikan dan menekan kebenaran. 

Di sini juga, Republik Islam muncul sebagai pemenang, dan sebagai tanggapan, memberikan tamparan keras di wajah Amerika.

Kami menyerang salah satu pangkalan terpenting Amerika di kawasan itu, Al-Udeid, yang menimbulkan kerusakan. 

Mereka yang telah membesar-besarkan insiden sebelumnya sekarang mencoba meremehkan yang ini, mengklaim tidak ada yang terjadi—padahal, pada kenyataannya, sesuatu yang besar telah terjadi.

Fakta bahwa Republik Islam dapat mengakses dan bertindak melawan pusat-pusat utama Amerika di kawasan tersebut kapan pun dianggap perlu bukanlah peristiwa kecil—ini adalah peristiwa penting. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved