Rabu, 27 Mei 2026

Berita Berau Terkini

77 Kampung dan 2 Kelurahan di Berau Kaltim Terima Kucuran Dana Karbon Rp27 Miliar

Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kembali mencatat prestasi dalam inisiatif pelestarian lingkungan.

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
DANA KARBON - Salah satu hutan milik masyarkat kampung dan Kecamatan Kelay. Sebanyak 77 kampung dan dua kelurahan di Berau menerima kucuran dana karbon sebesar Rp27,57 miliar dari program Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund (FCPF-CF). (TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI) 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kembali mencatat prestasi dalam inisiatif pelestarian lingkungan.

Sebanyak 77 kampung dan dua kelurahan di wilayah ini menerima kucuran dana karbon dengan total nilai sebesar Rp27,57 miliar dari program Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund (FCPF-CF).

Kucuran dana ini menjadi bukti bahwa karbon kini bukan lagi sekadar konsep lingkungan, melainkan telah menjadi sumber pendapatan baru yang bernilai ekonomi, khususnya bagi masyarakat kampung yang selama ini menjaga kelestarian hutan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan setiap kampung rata-rata menerima Rp300 juta.

Baca juga: Kutai Timur Dapat Alokasi Dana Karbon, Begini Tanggapan Dinas Lingkungan Hidup 

Ia menyebutkan, pendanaan ini merupakan hasil dari perjuangan panjang dalam membuktikan bahwa karbon bisa menjadi komoditas yang menghasilkan manfaat nyata.

“Dulu karbon tidak dilirik, tapi kini karbon terbukti menghasilkan manfaat nyata,” ujar Tenteram kepada TribunKaltim.co, Senin (30/6/2025).

Tenteram menjelaskan, dana karbon diberikan berdasarkan dua kategori.

Pertama, untuk kelompok masyarakat yang berperan aktif dalam pengelolaan emisi karbon.

Baca juga: Manfaatkan Dana Karbon, Desa Nehas Liah Bing Kutai Timur Bentuk Tim Pengamanan Hutan Desa

Kedua, berdasarkan performance kampung dalam menjaga ekosistem hutan tetap asri.

“Jadi, untuk kategori reward diberikan kepada kelompok masyarakat yang fokus pada pengelolaan emisi karbon,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa wilayah Kelay, yang dikenal memiliki kawasan hutan dengan populasi vegetasi tinggi dan masih sangat baik, menjadi salah satu penerima prioritas dalam skema dana karbon ini.

Inisiatif ini, menurutnya, tidak hanya berkontribusi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang baru bagi desa-desa di Berau untuk mengembangkan inovasi berbasis karbon.

Baca juga: 83 Desa di Kutim Dapat Dana Karbon dari Bank Dunia Lewat FCPF-CF 

“Dari hasil penjualan karbon diharapkan masyarakat dapat menggunakan dana untuk memperkuat sektor ekonomi kampung, seperti pengembangan usaha berbasis hutan, pendidikan, atau infrastruktur berkelanjutan,” tambah Tenteram. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved