Sabtu, 18 April 2026

Fenomena Alam

Fenomena Bulan Purnama Juli Buck Moon 2025, Jam Berapa Bisa Dilihat di Indonesia?

Tahun ini, Buck Moon 2025 akan mencapai puncaknya pada 10 Juli 2025 (atau dini hari 11 Juli 2025 di Indonesia).

Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Nisa Zakiyah
X/@Schoenberger_K
BUCK MOON 2025 - Foto ilustrasi fenomena alam bulan purnama yang dilihat dari Kampenwand, Bavaria, Jerman, dan diunggah akun X @Schoenberger_K pada Rabu (11/6/2025). Nama Buck Moon adalah julukan tradisional yang diberikan untuk bulan purnama yang terjadi di bulan Juli. Buck Moon 2025 akan mencapai puncaknya pada 10 Juli 2025 (atau dini hari 11 Juli 2025 di Indonesia). (X/@Schoenberger_K) 

TRIBUNKALTIM.CO - Tahun ini, Buck Moon 2025 kembali menyapa, dan antusiasme para pengamat langit di Indonesia pun mulai memuncak.

Nama Buck Moon adalah julukan tradisional yang diberikan untuk bulan purnama yang terjadi di bulan Juli.

Seperti diketahui, setiap bulan memiliki satu fase bulan purnama, dan suku-suku asli Amerika Utara memberikan nama unik untuk setiap bulan purnama berdasarkan kejadian alam atau musim yang dominan pada bulan tersebut.

Jadi, karena setiap tahun kita mengalami bulan purnama di bulan Juli, maka secara otomatis, setiap tahun pula akan ada fenomena yang disebut Buck Moon .

Baca juga: FOTO-FOTO: Penampakan Fenomena Strawberry Moon 2025 di Jakarta hingga Yogyakarta

Nah, penamaan ini membantu membedakan purnama di bulan Juli dari bulan-bulan lainnya dalam setahun.

Tahun ini, Buck Moon 2025 akan mencapai puncaknya pada 10 Juli 2025 (atau dini hari 11 Juli 2025 di Indonesia).

Tahun-tahun sebelumnya dan tahun-tahun yang akan datang juga akan memiliki Buck Moon di bulan Juli masing-masing.

Dikutip dari EarthSky.org, nama Buck Moon ini berasal dari tradisi suku-suku asli Amerika Utara, khususnya suku Algonquin, yang menamai setiap bulan purnama untuk menandai perubahan musim dan siklus alam. 

Baca juga: Fenomena Strawberry Moon 2025 di Indonesia, Jam Berapa Muncul dan Kenapa Disebut Bulan Stroberi?

Penamaan Buck Moon merujuk pada waktu di mana rusa jantan (bucks) mulai menumbuhkan kembali tanduk baru mereka setelah melepaskannya di musim semi.

Tanduk-tanduk ini dapat tumbuh hingga seperempat inci per hari, sebuah proses biologis yang kuat yang melambangkan regenerasi, kekuatan, dan persiapan untuk musim kawin.

Jadi, jam berapa tepatnya kita bisa mengamati puncak keindahan Buck Moon 2025 dari berbagai wilayah di Indonesia?

Mari kita selami lebih lanjut mengenai waktu terbaik mengamati fenomena langit yang menawan ini.

Makna dan Julukan Lain Buck Moon

Selain Buck Moon , bulan purnama Juli juga memiliki beberapa nama lain yang berakar dari tradisi yang sama, dimana mencerminkan peristiwa alam pada bulan tersebut:

1. Thunder Moon: Mengacu pada seringnya badai petir yang terjadi di Amerika Utara selama pertengahan musim panas.

2. Salmon Moon: Merefleksikan migrasi musiman ikan salmon yang berenang melawan arus untuk bertelur.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved