Rabu, 22 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

Andi Harun Buktikan Komitmen SDGs Samarinda Lewat Kredit Tanpa Bunga dan Doctor On Call di Forum PBB

Walikota Samarinda, Harun torehkan prestasi di kancah internasional dengan komitmen SDGs tingkat lokal di forum bergengsi dari PBB

HO/Humas Pemkot Samarinda
KOMITMEN SDGS - Walikota Samarinda, Andi Harun, saat menjadi pembicara dalam forum internasional VLR-VSR Day 2025 yang diselenggarakan United Nations DESA dan UCLG World (10/7). Tak hanya soal lingkungan, Andi Harun buktikan komitmen SDGs lewat Kredit Tanpa Bunga dan Doctor On Call. (HO/Humas Pemkot Samarinda) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Walikota Samarinda, Harun torehkan prestasi di kancah internasional dengan komitmen SDGs tingkat lokal di forum internasional bergengsi dari PBB bertajung VLR-VSR Day 2025 on Multilevel Governance and Finance.

Dalam forum PBB tersebut, Andi Harun menjadi satu-satunya kepala daerah dari Indonesia yang didaulat sebagai pembicara untuk membahas implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs) di tingkat lokal.

“Ini merupakan kehormatan besar bagi kami atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Kita adalah satu-satunya kota dari Indonesia yang diundang secara resmi untuk menjadi narasumber dalam forum PBB,” ujar Andi Harun Kamis (10/7) malam.

Ia menegaskan bahwa komitmen Samarinda terhadap SDGs telah direalisasikan secara konkret melalui penyusunan Voluntary Local Review (VLR), yang menempatkan kota Samarinda sejajar dengan kota-kota global lainnya dalam upaya pelaporan progres pembangunan berkelanjutan.

“Selain telah menjadi anggota organisasi kota global, kita juga menjadi salah satu dari sedikit kota di dunia yang telah menyusun VLR untuk SDGs,” tambahnya.

Baca juga: 5 Aksi Nyata Paparan Andi Harun dalam Mencapai Target Pembangunan Berkelanjutan di Samarinda

Dalam forum tersebut, Andi Harun memaparkan bahwa pelaksanaan SDGs di Samarinda didasarkan pada empat pilar utama. Diantaranya yakni pembangunan sosial, ekonomi, lingkungan, serta hukum dan tata kelola.

Ia menyampaikan sejumlah isu penting yang telah dilaporkan ke tingkat nasional dan internasional, seperti UCLG ASPAC dan PBB, termasuk program-program unggulan yang tengah berjalan di Samarinda.

Di antaranya adalah program penanggulangan kemiskinan melalui Probebaya (Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat) dan Kredit Bertuah dengan skema pembiayaan tanpa bunga dan tanpa agunan yang menjangkau masyarakat lapisan bawah.

Selain itu, orang nomor satu di Samarinda ini juga menekankan pentingnya sinergi bersama BUMN, organisasi masyarakat sipil, dan pelaku usaha mikro agar pertumbuhan ekonomi di Samarinda tetap inklusif dan berkelanjutan.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita mempertahankan dan bahkan mendorong naik kelas menengah, serta meningkatkan taraf ekonomi masyarakat dari lapisan terbawah dengan tetap menjaga pertumbuhan ekonomi, mengendalikan inflasi, dan menjaga arah pembangunan yang berorientasi pada seluruh kecamatan,” ujarnya.

Andi Harun juga menyoroti ketanggapan Samarinda dalam menghadapi bencana melalui program Samarinda Tanggap Bencana. Program ini dilengkapi dengan roadmap hingga ke tingkat kelurahan, serta kerja kolaboratif antara relawan, NGO, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Baca juga: Samarinda Tampil di Forum Global, Andi Harun Tunjukkan Aksi Nyata Wujudkan SDGs ke Kehidupan Warga

“Partisipasi masyarakat juga menjadi indikator penting. Relawan dan kelompok non-profit di Samarinda turut aktif membantu penanganan bencana secara sinergis dengan BPBD,” jelasnya.

Kota Samarinda, kata Andi Harun, juga menunjukkan komitmen pada isu perubahan iklim melalui peningkatan alokasi anggaran untuk pengendalian banjir serta perencanaan infrastruktur yang terintegrasi, mulai dari jalan, jembatan, hingga normalisasi drainase dan saluran air.

“Misalnya, kita terus berkomitmen untuk setiap tahunnya meningkatkan alokasi anggaran dan tetap mengalokasikan program untuk pengendalian banjir sebagai bentuk nyata komitmen terhadap isu perubahan iklim,” ungkapnya.

Di sektor infrastruktur, ia juga menyinggung rencana konsolidasi lahan dan bangunan untuk pengendalian kawasan kumuh pada 2026, sebagai kelanjutan dari program Kotaku Kementerian PUPR. Tak hanya fisik, Samarinda juga memprioritaskan pembangunan manusia. Ia menguraikan program rehabilitasi sekolah dasar dan menengah, pembangunan Sekolah Prestasi Samarinda berstandar global di eks SMP 16 Loa Bakung, serta upaya peningkatan kualitas tenaga pendidik dan siswa.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved