Berita Balikpapan Terkini
Pasokan Beras Premium di Ritel Balikpapan Langka, Sebagian Merk Lenyap dari Peredaran
Ketersediaan beras non-subsidi di sejumlah gerai ritel modern di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur mulai sulit ditemukan
Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ketersediaan beras non-subsidi di sejumlah gerai ritel modern di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur mulai sulit ditemukan.
Hasil pemantauan di berbagai lokasi menunjukkan bahwa hanya sedikit ritel modern maupun swalayan yang masih menyediakan stok beras.
Di salah satu gerai dengan dominasi warna biru yang berada di Jalan Mulawarman, kawasan Sepinggan, Balikpapan Selatan, stok beras bahkan tidak tersedia sama sekali.
Dari tiga ritel yang berada di ruas jalan yang sama, hanya satu yang masih menampilkan stok beras di rak, dan itu pun terbatas pada beberapa merek yang masuk dalam daftar produk bermasalah.
Baca juga: Beras Oplosan Bikin Warga dan Pedagang Resah, Begini Respons Pemerintah Daerah di Kaltim
Di rak khusus beras tersebut, tampak hanya tiga jenis beras non-subsidi yang masih dipajang, yakni Beras Premium Setra Ramos, Raja Platinum, dan Mentari.
Dua di antaranya, yakni Setra Ramos dan Raja Platinum, diketahui masih dijual dengan harga sekitar Rp 74 ribu per kemasan.
Saat dikonfirmasi, seorang karyawan yang bertugas di toko tersebut mengaku belum mendapat arahan untuk menarik produk-produk beras tersebut dari etalase.
"Masih di suruh jual. Belum ada disuruh buat tarik ke gudang sih," ujar pegawai berseragam merah berlis kuning tersebut.
Tidak jauh dari lokasi ritel itu, sebuah swalayan besar yang memiliki banyak cabang di Balikpapan terlihat masih menjual beras, namun hanya beberapa merek tertentu yang tersedia.
Baca juga: Agar Beras Oplosan tak Masuk Kutim , Disperindag Terus Monitor Proses Distribusi
Beras-beras premium yang dikabarkan tidak sesuai regulasi tidak lagi ditemukan di rak penjualan swalayan tersebut.
Menurut pengamatan di lokasi, swalayan itu hanya menyediakan beras merek Tanak, 2 Jempol, Mawar Melati, dan Ikan Sembilang.
Semua produk dijual dalam kemasan 5 kg dan 25 kg.
Seorang pegawai swalayan yang sedang menata produk, Hendrik (bukan nama sebenarnya), mengungkapkan bahwa belakangan ini pihaknya memang hanya menjual merek-merek tersebut.
Dia mengakui, beberapa stok lainnya sudah dipindahkan ke gudang.
"Sebagian sudah disimpan ke gudang. Dibilangin nggak bisa dijual, nggak tahu kenapa. Kalau kadaluarsa, enggak juga," jelas Hendrik.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.