Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Samarinda Terkini

Respons DPRD Kaltim Soal Polemik Beras Oplosan, 'Masyarakat Jangan Diam, Laporkan!'

Begini respons DPRD Kaltim terkait polemik beras oplosan, minta masyarakat tak berdiam diri dan melapor jika ada kecurigaan.

Tayang:
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Christnina Maharani
TribunKaltim.co/Nurila Firdaus
ISU BERAS OPLOSAN - Ilustrasi beras. Begini respons DPRD Kaltim terkait polemik beras oplosan, minta masyarakat tak berdiam diri dan melapor jika ada kecurigaan. (TribunKaltim.co/Nurila Firdaus) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Begini respons DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terkait polemik beras oplosan, minta masyarakat tak berdiam diri dan melapor jika ada kecurigaan.

Sebelumnya pada Rabu (16/7/2025), Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa sejumlah produsen beras yang diketahui mengoplos produknya, kini mulai menarik barang mereka dari pasaran dan menyesuaikan harga sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan Amran saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. 

"Alhamdulillah. Kemarin kami cek, merek yang sudah diumumkan itu mulai (menarik produk) meski belum seluruhnya dan mengganti harganya. Harganya kini sesuai standar dan kualitasnya juga disesuaikan," ungkap Amran.

Langkah tersebut merupakan respons terhadap temuan Kementerian Pertanian (Kementan) pada praktik pengoplosan beras oleh sejumlah pelaku usaha.

Baca juga: Beras Oplosan Bikin Warga dan Pedagang Resah, Begini Respons Pemerintah Daerah di Kaltim

Dari total 212 merek yang diperiksa, 26 produsen mengakui telah melakukan pelanggaran setelah diperiksa oleh aparat penegak hukum.

Melalui investigasi gabungan, Kementan buka-bukaan soal produk beras yang kurang dari 5 kilogram meskipun dikemas dengan keterangan demikian.

Bahkan, ada juga beras berkualitas rendah yang dikemas dan dijual seolah-olah beras premium!

Respons DPRD Kaltim

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Sigit Wibowo memberikan pandangannya terkait temuan produk yang diindikasi sebagai beras oplosan tersebut.

Ia berpendapat bahwa pengawasan dalam distribusi pangan seharusnya dilakukan dengan ketat, supaya mencegah praktik kecurangan seperti itu tidak kembali terjadi hingga merugikan masyarakat.

“Beras oplosan ini mirip seperti pengoplosan BBM, distribusi yang tidak diawasi ketat membuat kecurangan terus berulang dan masyarakat selalu jadi pihak yang dirugikan,” katanya pada Rabu (16/7/2025).

Pria yang turut menjabat sebagai Ketua Fraksi PAN-NasDem ini menilai bahwa beras oplosan merupakan kejahatan sistematis yang perlu dihentikan. 

Sigit Wibowo, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah DPW PAN Kaltim, menyatakan, dukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Capres dan Cawapres pada Pemilu 2024, Kamis (26/10/2023). Sigit Wibowo percaya pasangan ini memperkuat jaringan internasional dan kebijakan yang dibuat tidak jauh dari kebijakan yang telah diambil pak Jokowi, terutama IKN Nusantara.
ISU BERAS OPLOSAN - Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Sigit Wibowo. Ia berpendapat bahwa pengawasan dalam distribusi pangan seharusnya dilakukan dengan ketat untuk mencegah praktik pengoplosan terjadi. (TribunKaltim.co/Mohammad Fairoussaniy)

Menurut Sigit, masyarakat bisa saja menjadi korban sebab terbiasa membeli produk kemasan tanpa memeriksa isinya.

“Kadang-kadang produk yang kita pakai sehari-hari, sudah dianggap benar saja karena sudah dikemas. Padahal bisa saja isinya tidak sesuai label,” ucapnya.

Kondisi ini tentu saja memprihatinkan. Karena itulah, ia meminta ketegasan pemerintah daerah serta instansi terkait di Kaltim agar segera memperkuat sistem pengawasan pangan dari hulur ke hilir.

Baca juga: Beras Premium Mendadak Raib, Merek-Merek Ternama Lenyap di Tengah Isu Oplosan

Ia menyarankan agar dilakukan inspeksi mendadak dan pemantauan rutin terhadap gudang distributor serta pedagang.

Aparat penegak hukum juga diharapkan menindak tegas praktik ini apabila ditemukan di Kaltim.

“Harus di cek dulu barangnya. Antisipasi harus ada, jika ketahuan, harus ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Kalau ketangkap, tindak tegas produsen. Jangan sampai rakyat terus jadi korban.”

“Masyarakat juga agar jangan diam. Kalau ada yang mencurigakan, laporkan. Kita butuh kerja sama semua pihak supaya perlindungan terhadap konsumen bisa optimal,” tegas Sigit.

Beras Oplosan Timbulkan Keresahan

KHAWATIR - Warga di kota Balikpapan mengaku khawatir dengan beredarnya kasus beras oplosan yang ditemukan oleh Satgas pangan mabes Polri baru-baru ini.  Selasa (15/7/2025). (TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL)
ISU BERAS OPLOSAN - Ilustrasi beras. Isu mengenai beras oplosan yang sempat mencuat di sejumlah daerah di Indonesia, kini menjadi kekhawatiran di antara masyarakat dan pedagang di Kaltim. (TribunKaltim.co/Zainul Marsyafi)

Polemik beras plastik atau beras oplosan yang mencuat di sejumlah daerah di Indonesia memang menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, tidak terkecuali di Kaltim.

Seorang warga Balikpapan Selatan bernama Sulaiman (56) menyebut bahwa dirinya cemas dengan kabar beras oplosan yang tengah beredar.

“Jujur saya kaget baca berita itu, negeri ini makin aneh. Dulu BBM oplosan, minyak goreng juga dioplos, sekarang malah beras juga yang dioplos. Ini yang kita makan tiap hari. Kalau berbahaya siapa yang bertanggung jawab?” keluhnya kepada TribunKaltim.co pada Selasa (15/7/2025).

Tidak hanya bikin khawatir pembeli, masyarakat yang menjadi pedagang beras lokal juga mengaku cemas usai kabar tersebut mencuat.

Baca juga: Minimarket di Samarinda Klaim tak Ada Beras Oplosan, BPOM Belum Tinjau dan Beri Informasi

Danang (54) yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang beras di kawasan Pasar Sepinggan Balikpapan Selatan khawatir akan stigma buruk soal beras oplosan dapat memukul penjualannya.

“Beras yang saya jual ini mayoritas dari Jawa dan Sulawesi. Saya ambil dari agen besar di Kebun Sayur, Balikpapan Barat. Kalau masyarakat jadi takut beli karena isu ini, ya kami pedagang yang kena imbasnya,” keluh Danang.

 

Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved