Tribun Kaltim Hari Ini
Beras Premium Mendadak Raib, Merek-Merek Ternama Lenyap di Tengah Isu Oplosan
Sejumlah merek beras terkenal diduga dioplos dan tidak memenuhi standar mutu, sebagaimana diungkap Kementerian Pertanian dalam temuan terbarunya.
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Briandena Silvania Sestiani
TRIBUNKALTIM.CO - Isu dugaan pengoplosan beras kembali mencuat dan memicu kekhawatiran masyarakat.
Sejumlah merek beras terkenal diduga dioplos dan tidak memenuhi standar mutu, sebagaimana diungkap Kementerian Pertanian dalam temuan terbarunya.
Beras-beras tersebut sebelumnya dijual secara luas di gerai-gerai ritel modern seperti Indomaret,
Alfamart, dan Alfamidi.
Namun kini, khususnya di wilayah Samarinda Utara, beberapa merek beras premium itu tak lagi tampak menghiasi rak display bersama bahan pokok lain seperti gula dan minyak goreng.
Beras dengan merek Sania, Fortune, Medium Pandan Wangi, Beras Pulen Wangi, dan Setra Ramos yang biasanya tersedia dengan mudah di rak beras, kini menghilang dari peredaran.
Baca juga: Minimarket di Samarinda Klaim tak Ada Beras Oplosan, BPOM Belum Tinjau dan Beri Informasi
Absennya merek-merek tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, terlebih di tengah isu beras oplosan yang makin menyeruak dan menyedot perhatian publik.
Tribun Kaltim mencoba menelusuri ketersediaan beras di sejumlah toko ritel modern di kawasan
Samarinda Utara.
Hasilnya, hampir semua toko tidak lagi menjual beras putih premium. Yang tersisa hanyalah beras merah, sementara rak-rak beras putih tampak kosong.
"Sudah habis, belum ada pengiriman lagi," ujar seorang karyawan toko ritel modern yang enggan
disebutkan namanya saat ditemui, Senin (15/7).
Ia menambahkan bahwa beberapa merek beras telah ditarik dari peredaran sejak dua hari yang lalu.
Penarikan ini dilakukan di berbagai gerai ritel modern, termasuk Indomaret, Alfamart, dan Alfamidi.
Namun demikian, sebagian toko mengaku sudah lebih dulu kehabisan stok sebelum penarikan dilakukan.
"Kita nggak tau kapan lagi datangnya. Semua Indomaret, Alfamart juga begitu," lanjutnya
Menurutnya, hingga saat ini pihak toko belum menerima informasi resmi terkait jadwal pengiriman ulang atau alasan pasti penarikan.
"Tapi kemarin di sini sudah terjual semua. Ditarik gara-gara beras oplosan kah atau apa, kita kurang tahu juga," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250716_tribun-kaltim-hari-ini-beras.jpg)