Rabu, 29 April 2026

Berita Kaltim Terkini

1.460 Pekerja di Kaltim Terkena PHK Periode Januari hingga Juni 2025, Terbanyak ke-9 di Indonesia

Sebanyak 42.385 tenaga kerja di seluruh Indonesia telah mengalami PHK dalam 6 bulan pertama tahun 2025

Google Maps
PEKERJA TERKENA PHK - Potret Provinsi Kalimantan Timur yang diolah dari Google Maps. Sebanyak 1.460 pekerja di Kaltim terkena PHK selama 6 bulan pertama di tahun 2025. (Google Maps) 

25. Nusa Tenggara Barat: 71 tenaga kerja ter-PHK

26. Bengkulu: 69 tenaga kerja ter-PHK

27. Nusa Tenggara Timur: 58 tenaga kerja ter-PHK

28. Kalimantan Utara: 29 tenaga kerja ter-PHK

29. Papua: 27 tenaga kerja ter-PHK

30. Sulawesi Barat: 31 tenaga kerja ter-PHK

31. Gorontalo: 25 tenaga kerja ter-PHK

32. Maluku Utara: 24 tenaga kerja ter-PHK

33. Papua Barat: 21 tenaga kerja ter-PHK

34. Maluku: 4 tenaga kerja ter-PHK

Tidak Teridentifikasi: 9 tenaga kerja ter-PHK

Total Keseluruhan Tenaga Kerja Ter-PHK: 42.385

Penjelasan Kemnaker

Sepanjang Januari hingga Juni 2025, sebanyak 42.385 pekerja di Indonesia menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Angka ini tercatat dalam data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang diunggah melalui laman Satudata Kemnaker.

Angka tersebut menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Jumlah korban PHK naik 32,19 persen dibandingkan Januari–Juni 2024 yang tercatat sebanyak 32.064 orang.

Dilansir dari Kompas.com (22//07/2025), Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan bahwa peningkatan jumlah PHK terjadi karena sejumlah faktor, mulai dari penurunan pasar hingga perubahan strategi bisnis perusahaan.

"Itu karena memang industrinya memang pasarnya sedang turun. Kemudian ada industri itu sendiri yang dia berubah model bisnisnya.

Kemudian ada yang ada isu terkait dengan internal, hubungan industrial dan seterusnya," ujar Yassierli di Jakarta, Selasa (22/7/2025).

Ia juga menambahkan bahwa pencatatan data PHK kini sudah dilakukan lebih terperinci, mencakup distribusi berdasarkan provinsi dan sektor industri.

PHK Didominasi Sektor Pengolahan, Perdagangan, dan Pertambangan

Anwar Sanusi, Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kemnaker, menyebut bahwa sektor yang paling banyak menyumbang kasus PHK adalah:

* Industri pengolahan

* Perdagangan besar dan eceran

* Pertambangan dan penggalian

Anwar mengakui bahwa lonjakan PHK pada 2025 terasa lebih tinggi, terutama di awal tahun, ketika sejumlah perusahaan tekstil menutup usaha. Salah satu perusahaan yang terkena dampak adalah PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).

"Adanya satu tren yang sebetulnya tahun 2025 ya memang agak lebih tinggi. Tapi di dalam bulan Juni ini, data kemarin bulan Juni ini agak turun," kata Anwar.

Meski sempat melonjak pada awal tahun, tren PHK mulai menunjukkan penurunan pada bulan Juni 2025.

Kemnaker Akan Dalami Faktor-Faktor Lain

Anwar juga menyebut bahwa Kemnaker tengah menganalisis penyebab lain dari gelombang PHK yang terjadi, karena sebagian kasus masih dalam proses.

"Ya kami mungkin akan mendalami ya. Kenapa itu terjadi. Tentunya ada mungkin faktor-faktor lain yang memang itu belum selesai (atau) dalam proses PHK," tambahnya.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "42 Ribu Pekerja Kena PHK hingga Juni 2025, Ini Penjelasan Kemnaker"

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved