Senin, 27 April 2026

Kasus Korupsi Minyak Mentah

PM Malaysia Akui Pernah Jumpa Riza Chalid, tapi Anwar Ibrahim tak Tahu Keberadaannya

PM Malaysia akui pernah jumpa Riza Chalid, tapi Anwar Ibrahim tak tahu keberadaan pengusaha minyak yang dicari Kejagung.

Penulis: Aro | Editor: Muhammad Fachri Ramadhani
Dok Sekretariat Presiden
KEBERADAAN RIZA CHALID - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat bertemu dengan Presiden RI, Prabowo Subianto di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (27/1/2025). PM Malaysia akui pernah jumpa Riza Chalid, tapi Anwar Ibrahim tak tahu keberadaan pengusaha minyak yang dicari Kejagung. (Dok Sekretariat Presiden) 

TRIBUNKALTIM.CO - Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim mengakui pernah berjumpa dengan Mohammad Riza Chalid, tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018–2023. 

Meski pernah jumpa, namun PM Malaysia Anwar Ibrahim tak tahu keberadaan Riza Chalid yang saat ini tengah dicari Kejaksaan Agung (Kejagung).

Soal Riza Chalid, Anwar Ibrahim berjanji akan bekerja sama dengan Indonesia jika diperlukan, bahkan PM Malaysia mengatakan telah menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. 

Pernyataan Anwar Ibrahim ini disampaikan dalam saat pertemuan dengan sejumlah Pemimpin Redaksi (Pemred) media di Hotel Grand Hyatt, Jakarta,  Selasa (29/7/2025) pagi.

Baca juga: Riza Chalid Tersangka Kasus Minyak Mentah Mangkir, Kejagung Jadwalkan Panggilan Kedua Minggu Depan

PM Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan, “Soal Riza Chalid, ya saya kenal pernah jumpa (ketemu) dia.”  

Namun, Anwar Ibrahim mengatakan, tidak mengetahui keberadaan Riza Chalid pengusaha minyak yang tengah dicari oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) tersebut. 

“Jadi sepintas lalu, ada kenal, saya kenal. Dia di Malaysia atau di mana, di Myanmar di mana saya tidak tahu,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Anwar Ibrahim memastikan bahwa Malaysia bakal bekerja sama dengan Indonesia jika diperlukan terkait pencarian keberadaan Riza Chalid.

“Tapi kita berikan kerja sama yang diperlukan,” kata Anwar Ibrahim melanjutkan.

Hanya saja, dia menegaskan bahwa kerja sama itu memerlukan adanya kepastian hukum atau kasusnya.

Termasuk, terkait permintaan pemulangan bila memang berada di Malaysia. 

“Ditanya saya melalui kedutaan, saya baru diberi tahu memangnya ada utusan dikembalikan. Kita ikut jalur hukum saja tidak ada masalah,” ujar Anwar.

“Kita harus tahu apakah atau dia di luar. Kemudian, apa statusnya, apa kasusnya sebab korupsi ini saya tidak berdasasarkan tuduhan,” katanya lagi.

Bahkan, Anwar menyebut, telah menyampaikan hal tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.

MAKI Ungkap Jejak Digital Riza Chalid

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menduga bahwa buronan Kejaksaan Agung yakni Mohammad Riza Chalid telah menikah dengan salah satu kerabat kesultanan di Malaysia.

Boyamin menuturkan, Riza yang kerap dijuluki 'Raja Minyak' itu juga telah lama tinggal di Malaysia tepatnya di Kota Johor Bahru.

 "Bahwa Riza Chalid diduga telah lama tinggal di Johor Malaysia dan terdapat dugaan telah melakukan pernikahan dengan kerabat kesultanan di sebuah negara bagian Malaysia, kesultanan J atau K," kata Boyamin dalam keterangan tertulis, Senin (28/8/2025).

Keberadaan Riza Chalid, kata Boyamin, diketahui usai dirinya melakukan penelusuran selama dua hari di Malaysia yakni 26 dan 27 Juli 2025 untuk mencari keberadaan Riza Chalid.

Kata dia, meski tak sempat bertemu secara langsung dengan buronan Kejagung itu namun ia menduga Riza telah lama berada di negeri jiran tersebut.

"Informasi keberadaannya di Malaysia telah mendapat penguatan faktanya termasuk Riza Chalid sering tinggal di kawasan negara bagian Johor dan Kota Johor Bahru," jelasnya.

Berteman PM Anwar Ibrahim?

Boyamin juga menduga Riza Chalid punya pertemanan erat dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim.

Hal itu diketahui berdasarkan jejak digital yang ia dapatkan dimana Riza pernah swafoto dengan Anwar saat menyambangi Kesultanan Kedah di Malaysia.

"Jejak digital terdapat foto terlampir yang dipublikasikan Kesultanan Kedah berisi Anwar Ibrahim bersama Riza Chalid menghadap Sultan Kedah, Malaysia pada tanggal 2 Oktober 2022," kata dia.

Adanya foto ini, menurut Boyamin, juga memperkuat soal dugaan Riza telah menikahi salah satu kerabat di Kesultanan Malaysia yang informasinya telah ia dapati.

Atas berbagai temuan itu, Boyamin pun berharap agar Presiden Prabowo Subianto membahas soal keberadaan Riza Chalid dalam pertemuan bilateral dengan PM Anwar yang bakal digelar sore ini di Istana Merdeka, Senin (28/7/2025).

Sebab menurut dia, terkait pemulangan Riza Chalid ini bisa ditempuh dengan kerja sama antara dua pimpinan negara dalam hal ini Prabowo dan Anwar Ibrahim.

Pasalnya lanjut Boyamin, dirinya mengaku khawatir pemulangan Riza Chalid ini mengalami kendala jika tidak ada campur tangan pemerintah dalam upaya tersebut.

"Meskipun menjadi kewajiban pemerintah Malaysia memulangkan WNI yang bermasalah hukum, namun pembicaraan khusus Bapak Presiden Prabowo Subianto dengan YAB Anwar Ibrahim tetap diperlukan guna memastikan atau mempercepat pemulangan Riza Chalid," jelasnya.

Selain itu hubungan baik antara Pemerintah RI dan Malaysia ini juga pernah membuahkan hasil ketika mampu memulangkan buronan Kejaksaan Agung, Djoko Tjandra.

"Hal ini menjadi modal kuat bagi pemerintah RI guna memulangkan Riza Chalid dari Malaysia," ucapnya.

Riza Chalid Pergi ke Malaysia

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi pada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yuldi Yusman mengatakan, berdasarkan data perlintasan terkahir, Riza Chalid meninggalkan Indonesia menuju Malaysia pada 6 Februari 2025.

Diketahui, Riza Chalid adalah satu dari 18 tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018–2023.

“Berdasarkan data perlintasan orang yang keluar masuk wilayah Indonesia di dalam kesisteman aplikasi APK V4.0.4 kami bahwa Mohammad Riza Chalid keluar meninggalkan wilayah Indonesia pada tanggal 06-02-2025 menuju Malaysia,” kata Yuldi dikutip dari Antaranews pada 17 Juli 2025.

Sementara itu, terkait dugaan keberadaan Riza Chalid di Singapura, Yuldi mengatakan bahwa pengusaha minyak tersebut memang pernah terbang ke negeri singa itu pada Agustus 2024.

"Menurut data dari ICA Singapura, Mohamad Riza Chalid terakhir masuk wilayah Singapura pada bulan Agustus tahun 2024, yang bersangkutan datang dengan status visitor dan bukan pemegang PR (permanent resident),” kata Yuldi.

Merespons data perlintasan tersebut, Yuldi mengatakan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi telah berkoordinasi dengan perwakilan di Malaysia, terkait keberadaan Riza Chalid.

“Kami sudah berkoordinasi dengan perwakilan Imigrasi kami yang berada di Malaysia dan perwakilan kami sudah berkoordinasi dengan jabatan Immigraseen Malaysia serta Polis Malaysia untuk mencari keberadaan Mohamad Riza Chalid,” ujarnya.

Selain itu, Yuldi menyebut, jajarannya juga telah berkoordinasi dengan Immigration Custom Authority (ICA) Singapura melalui perwakilan di sana, terkait dugaan awal bahwa Riza Chalid berada di negara tersebut.

Diketahui, Riza Chalid adalah satu dari sembilan tersangka baru yang ditetapkan Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018–2023.

Kesembilan tersangka itu adalah

  1. Alfian Nasution (AN) selaku Vice President Supply dan Distribusi PT Pertamina;
  2. Hanung Budya Yuktyanta (HB) selaku Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina;
  3. Toto Nugroho (TN) selaku VP Integrated Supply Chain;,
  4. Dwi Sudarsono (DS) selaku VP Crude and Trading PT Pertamina tahun 2019-2020;
  5. Arief Sukmara (AS) selaku Direktur Gas Petrochemical Pertamina International Shipping.
  6. Hasto Wibowo (HW) selaku VP Integrated Supply Chain tahun 2019-2020;
  7. Martin Haendra (MH) selaku Business Development Manager PT Trafigura tahun 2019-2021;
  8. Indra Putra (IP) selaku Business Development Manager PT Mahameru Kencana Abadi, serta
  9. Mohammad Riza Chalid (MRC) selaku Beneficial Owner PT Orbit Terminal Merak.

Baca juga: Beda Peran Riza Chalid dan Kerry Andrianto, Bapak dan Anak yang Jadi Tersangka Korupsi Pertamina

(*)

Ikuti berita populer lainnya di Google NewsChannel WA, dan Telegram.

Artikel ini telah tayang di kompas.com, SerambiNews.com dengan judul Jadi Buronan Kejagung, Riza Chalid Ada di Malaysia Telah Menikah dengan Kerabat Kesultanan dan Tribunnews.com di artikel berjudul Kejagung Bakal Selisik Kabar Riza Chalid Telah Menikahi Kerabat Kesultanan di Malaysia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved