Memalak Orang Dengan Mengaku Anggota Polisi, Warga Teluk Bayur Berau Ini Diamankan Polisi
Seorang warga melakukan aksi memalak dengan mengaku sebagai anggota polisi. Warga Teluk Bayur Kabupaten Berau ini akhirnya diamankan polisi
Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG REDEB -Seorang warga melakukan aksi memalak dengan mengaku sebagai anggota polisi. Warga Teluk Bayur Kabupaten Berau ini akhirnya diamankan polisi
Warga Teluk Bayur berinisial FD (33) diamankan jajaran Polsek Teluk Bayur, Kabupaten Berau
Pasalnya pria 33 tahun itu meresahkan masyarakat dengan mengaku anggota polisi dan meminta sejumlah uang ke masyarakat.
Hal tersebut dibenarkan Kapolsek Teluk Bayur Iptu Nurhadi saat dikonfirmasi awak Tribunakaltim.co, Minggu (2/2/2020).
Nurhadi mengatakan kejadiannya dilakukan hari Jumat lalu.
"WD ngaku-ngaku anggota polisi dan meminta sejumlah uang ke pedagang dan pembawa sayur dari Palu," katanya
"Atas kejadian itu pedagan merasa resah dan melaporkannya ke polisi, dan kami masih kembangkan dengan mengumpulkan bukti dan saksi," jelasnya.
Meski demikian, Kapolsek Taluk Bayur belum menahan pelaku dan masih wajib lapor.
"Pelaku sempat kita tahan selama sehari di Polsek, namun barang bukti belum memenuhi," tuturnya.
"Sehingga saat ini pelaku kita wajib lapor Senin Kamis dan dalam pengawasan kami," tegasnya.
Mengaku Polisi
Sementara itu, empat pelaku penipuan dan pemerasan yang mengaku sebagai anggota polisi berhasil diringkus, berkat laporan dari pacar korban.
Empat orang polisi gadungan ditangkap aparat kepolisian di Kemayoran, Jakarta Pusat. Empat tersangka berinisial BS, MI, BR dan TR diamankan setelah melakukan pemeresan terhadap seorang warga berinisila ALR dengan motif akan memenjarakan korbannya pada Rabu (1/5/2019) lalu.
"Saat itu pelaku bersama rombongannya sudah melakukan pemantauan terhadap korban, lalu datang ke kos-kosan korban, mengaku sebagai anggota Polri," kata Kapolsek Taman Sari, AKBP Ruly Indra Wijayanto, Selasa (14/5/2019)

Kala itu mereka menggunakan seragam kepolisian lengkap dan menunjukkan lencana Polri untuk meyakinkan korban. Di sana, mereka melakukan penggeledahan di kamar kos-kosan korban. Korban dibawa menggunakan sebuah mobil beserta dua buah monitor yang disebutkan sebagai barang bukti.