Virus Corona
Saat 6 Dokter Meninggal Terpapar Virus Corona, Sambil Terisak Ali Ngabalin Ungkap Ekspresi Jokowi
Saat 6 dokter meninggal terpapar Virus Corona, sambil terisak Ali Mochtar Ngabalin ungkap ekspresi Jokowi
TRIBUNKALTIM.CO - Saat 6 dokter meninggal terpapar Virus Corona, sambil terisak Ali Mochtar Ngabalin ungkap ekspresi Jokowi.
Penyebaran Virus Corona atau covid-19 semakin massif.
Tidak hanya warga dan pejabat yang terinfeksi covid-19, bahkan dokter yang berada di garda terdepan melawan Virus Corona pun terpapar dan akhirnya meninggal.
tenaga Ahli Kantor Staf Presiden atau KSP Ali Mochtar Ngabalin pun membongkar ekspresi Presiden Jokowi saat mengetahui ada beberapa dokter meninggal akibat merawat pasien Virus Corona.
Tenaga Ahli Kepala Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin turut menyampaikan duka cita pada sejumlah tenaga medis yang meninggal diduga akibat terpapar Virus Corona.
Dikabarkan sebelumnya ada enam dokter meninggal dunia saat menangani para pasien covid-19.
• Soal Virus Corona Stafsus Erick Thohir Kritik Kebijakan Anies Baswedan, Arya: Kita Tak Bisa Apa-apa
• Resmi, Ujian Nasional 2020 Untuk SD, SMP, SMA Sederajat Dihapus, Nadiem Makarim dan DPR RI Sepakat
Hal itu diungkapkan Ali Ngabalin melalui sambungan telepon Apa Kabar Indonesia Malam TV One pada Senin (23/3/2020).
Mulanya, ia mengatakan bela sungkawa atas nama Pemerintahan.
"Mengawali pernyataan ini saya memohon waktu untuk Mbak Putri atas nama Kantor Staf Presiden dan nama Pemerintah, kami menyampaikan bela sungkawa yang dalam atas kepergian dokter dan beberapa tenaga medis," ujar Ali Mochtar Ngabalin mulai terisak.
Lantas, Ali Mochtar Ngabalin turut membeberkan reaksi Presiden Joko Widodo ( Jokowi) ketika mendengar ada tenaga medis yang meninggal.
Ali Mochtar Ngabalin menyebut, Jokowi menyampaikan rasa duka dengan suara yang jelas ada kesedihan di dalamnya.
Sehingga, kini ia berdoa agar tenaga medis gugur saat menangani pasien Virus Corona tak terjadi lagi.
"Terus terang tadi Bapak Presiden juga dengan suara Beliau menyampaikan rasa duka yang dalam, begitu juga dengan Kepala Staf."
"Seluruh rakyat Indonesia pasti merasakan itu dan kami menyampaikan rasa duka ini adalah bagian dari sebuah semangat kita.
Mereka pergi dan kita akan perang melawan Corona, dan tidak boleh ada lagi yang jatuh korban," ungkap Ali Mochtar Ngabalin.