Virus Corona

Kebijakan PSBB Jokowi Disebut Tak Efektif, Anak Buah Airlangga Hartarto di DPR Usulkan Cara Baru

kebijakan PSBB Jokowi tak efektif tekan covid-19, anak buah Airlangga Hartarto di Golkar anggota DPR RI, Dedi Mulyadi usul Karantina komunal

Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Tribunnews/Herudin
Ilustrasi check point. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap pengendara yang melintasi check point pengawasan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kalimalang, Jakarta Timur, Selasa (14/4/2020). Polda Metro Jaya telah membuat check point di pintu masuk Jakarta untuk mengawasi PSBB dan akan ditambah seiring pemberlakuan PSBB di Bekasi dan Depok pada Rabu (15/4) besok. 

TRIBUNKALTIM.CO - Kebijakan Jokowi soal PSBB disebut tak efektif tekan kasus covid-19 atau Virus Corona, anak buah Airlangga Hartarto di Golkar yang juga anggota DPR RI, Dedi Mulyadi usulkan cara baru.

Lagi-lagi kebijakan Presiden Jokowi ( Joko Widodo ) soal PSBB dianggap tak efektif dalam menekan kasus covid-19.

Pasalnya hingga kini jumlah kasus covid-19 di Indonesia terus bertambah.

Tercatat pada Sabtu (9/5/2020) jumlah kasus Virus Corona sudah mencapai 13.645 orang.

Khofifah Perpanjang PSBB Surabaya dan Sekitarnya, Siap-siap Jajaran Risma Perketat Kawasan Ini

Tak Cuma Bohong, Ferdian Paleka Terang-terangan Sempat Kelabui Polisi hingga Lolos saat PSBB

Selain Mahfud MD, Sri Mulyani Juga Bicara Pelonggaran PSBB, Beber Alasan Pemerintah Jokowi Relaksasi

Hal itu membuat anak buah Airlangga Hartarto di Golkar, Dedi Mulyadi mengkritik kebijakan PSBB.

Politisi partai Golkar, Dedi Mulyadi meminta PSBB dihentikan.

Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi mengatakan, PSBB tidak efektif karena beberapa hal.

Pertama, kebijakan hari ini bahwa pusat sudah melonggarkan transportasi.

Dengan pelonggaran transportasi, interaksi orang sudah makin tinggi dan banyak.

Sementara, PSBB adalah bertujuan untuk menekan jumlah orang berinterkasi baik antar-individu maupun antar-wilayah.

Kedua PSBB tidak efektif karena pada praktiknya, lalu lintas mobil tetap bisa lolos pos pemeriksaan.

Memang, ada penjagaan ketat, namun hanya pada jam-jam tertentu.

"Pengendara tetap lolos penjagaan baik siang maupun malam," kata Dedi Mulyadi kepada Kompas.com, Sabtu (9/5/2020).

Lalu alasan ketiga tidak efektifnya PSBB adalah karena aturan itu terlalu panjang dan lama sehingga berdampak pada ekonimi dan sosial masyarakat.

Di sini lain, ada kebijakan yang saling berbenturan, seperti PSBB dan kelonggaran transportasi sehingga membuat masyarakat bingung.

PSBB Surabaya Tak Mampu Tekan covid-19 di Jatim, Presiden Jokowi Kirim 3 Jenderal ke Wilayah Risma

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved