Mbah Mblok Menangis, Sepeda Buntutnya Hilang, tak Lagi jualan Sayur dan Gorengan Keliling Kampung

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI: Salah satu produk sepeda asal China yang menyerbu pasar Indonesia

TRIBUNKALTIM.CO, SEMARANG - Sepeda satu-satunya hilang. Aktivitas Mbah Mblok lumpuh. Tak bisa jualan sayur dan gorengan keliling kampung. Meski lawas, sepeda itu menyimpan banyak kenangan.

Sartini namanya, kerap disapa Mbah Tomblok atau Mbah Mblok. Di usianya yang senja memasuki 60 tahun, setiap pagi dia harus berkeliling kampung untuk berjualan sayur dengan menggunakan sepedanya.

Tak hanya berjualan sayur, dengan sepeda andalannya ini dia juga menjajakan getuk, pecel, es dan aneka gorengan. Lantas, sore hari ia berjualan jagung rebus dan malamnya dipakai untuk pergi ke pengusaha kerupuk rumahan untuk sekedar bekerja membungkus kerupuk.

Namun, sepeda nenek yang tinggal di Jalan Tunggu Raya RT 01 RW 09 Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang ini kini hanya tinggal kenangan. Pasalnya, sepeda kuno miliknya ini telah hilang dicuri orang. Mbah Mblok pun tak bisa menahan tangis tatkala bercerita tentang peristiwa yang baru saja dialaminya.

Baca juga; NEWS VIDEO 51 766 Bukti Dukungan Hafid Makinun Diserahkan Kepada KPU se Kalimantan Utara

Baca juga; Sempat Mereda, Korea Selatan Kini Mengaku Tengah Diserang Gelombang Kedua Virus Corona

"Kejadiannya hari Minggu kemarin, pagi hari pukul 06.00 WIB waktu saya sedang menyiapkan dagangan untuk dijual keliling. Sepedanya saya parkirkan di depan rumah keranjang juga sudah disiapkan. Lalu saya tinggal ke dalam rumah untuk ambil dagangan," jelas Mbah Mblok sambil berurai air mata, Senin (22/6/2020).

Selepas dirinya kembali keluar untuk menata dagangan di keranjang sepeda, ia mengaku kaget karena sepedanya sudah raib. "Saya langsung lemes, sepedanya udah gak ada. Cuma ditinggal keranjang dagangannya aja," katanya.

Dia masih tak rela kehilangan sepeda butut kesayangannya. Sepeda itu senantiasa setia menemani dirinya mengais rezeki sepanjang hidupnya. "Sejak tahun 1982 sepeda itu yang menemani perjalanan hidup saya. Waktu itu saya beli menyicil tiap bulan Rp 5.000, dari hasil gajian menjadi buruh pabrik tekstil di daerah Penggaron. Kalau ditotal harganya kisaran Rp 120.000 beli di Barito," ucapnya.

Meski sepedanya terbilang sepeda lawas dan murah namun menyimpan kenangan yang berharga di hidup Mbah Mblok.

Sepeda itu pula yang membawanya bisa melaksanakan ibadah umroh ke tanah suci dari hasilnya mengais rezeki. Sejak kejadian itu, Mbah Mblok tak bisa lagi berjualan keliling kampung mencari rezeki untuk menyambung hidup.

Baca juga; Kabar Gembira Jawa Timur, Meski Jadi Zona Merah Covid-19, Tito Karnavian Beri Khofifah Penghargaan

Baca juga; Polisi Bongkar Pesan John Kei ke Anak Buahnya Sebelum Serang Nus Kei, Ada Ancaman Via Pesan Singkat

Dia berharap sepedanya dikembalikan oleh pelaku. Sementara itu, polisi belum mendapati laporan terkait dugaan tindak pidana pencurian yang dialami Mbah Mblok. "Sampai saat ini belum ada laporan jadi belum tahu kejadiannya," kata Kapolsek Tembalang Kompol Mas'ud saat dikonfirmasi, Senin (22/6/2020).

Untuk itu, Kapolsek berharap korban pencurian segera melaporkan kejadian tersebut. Selain itu, ia mengimbau masyarakat selalu waspada menyimpan barang berharga.

"Masyarakat harap berhati-hati kalau sepeda bisa dipasang kunci tambahan," ujarnya. Pelaku pencurian bisa dijerat Pasal 362 atau 363 KUHP dan terancam hukuman penjara.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mbah Mblok Menangis, Sepeda Bututnya untuk Jualan Sayur Dicuri Orang"

Berita Terkini