RAMAI soal Kata 'Anjay', Ini Penjelasan Lengkap Badan Bahasa, Ingatkan Ada Sisi Kebijakan Berbahasa

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi. Ramai di media sosial soal penggunaan kata 'anjay', begini penjelasan lengkap Badan Bahasa, ingatkan ada sisi kebijakan berbahasa

TRIBUNKALTIM.CO - Ramai di media sosial soal penggunaan kata 'anjay', begini penjelasan lengkap Badan Bahasa, ingatkan ada sisi kebijakan berbahasa

Penggunaan kata 'anjay' menjadi viral dan trending di media sosial, hingga Komisi Nasional Perlindungan Anak ( Komnas PA ) mengimbau masyarakat tidak lagi menggunakan kata 'anjay'.

Sebenarnya, apa arti kata 'anjay', begini penjelasan lengkap Kepala Badan Bahasa, singgung soal kebijakan berbahasa. 

Komnas PA mengimbau masyarakat tidak lagi mengunakan kata 'anjay' karena dianggap bermuatan kekerasan verbal.

Dalam laman media sosialnya, Komnas Anak merilis imbauan agar khalayak berhenti menggunakan istilah atau kata 'anjay'.

"Jakarta, 29 Agustus 2020, untuk menjawab pertanayan dan pengaduan masyarakat kepada Komisi Nasional Perlindungan Anak terkait sedang banyaknya perbincangan mengenai istilah "ANJAY" sehingga viral di media sosial," kutip TribunnewsBogor.com dari rilis yang beredar di akun @komnasanak, Sabtu (29/8/2020). 

• Lutfi Agizal Lapor KPAI soal Kata Anjay, Ungkap Bukti Video Bocah Nyanyi Lagu Lesty Rizky Billar

• BANYAK SALAH SANGKA! Terkuak Arti Anjay Gemay & Bahasa Gaul Populer 2020 Lain, Arti Kode 4646 & 599?

• Video Anjay Jadi Kontroversi, Salsha Hapus Foto Lutfi Agizal, Minta Keluarga Iis Dahlia Tak Diseret

Minta Publik Berhenti Gunakan Kata Anjay, Penjelasan Komnas Anak, Lutfi Agizal: Demi Anak Bangsa

Dalam rilis tersebut, ada beberapa bahasan terkait kata 'anjay'.

Khayalak diminta memperhatikan banyak hal sebelum mempergunakan kata 'anjay' dalam kalimat sehari-hari.

"Penggunaan istilah "ANJAY" harus dilihat dari berbagai sudut pandang, tempat, dan makna,"

Jika kata 'anjay' dimaksudkan sebagai kata pengganti ucapan salut atau bermakna kagum atau suatu peristiwa serta tidak mengandung kekerasan atau bully, maka penggunaannya bisa dimaklumi alias tidak apa-apa.

Namun jika istilah 'anjay' digunakan sebagai sebutan untuk merendahkan martabat seseorang maka hal itu termasuk dalam salah satu bentuk kekerasan verbal yang dapat dilaporkan sebagai tindak pidana.

Halaman
1234