Sanksi Tak Main-Main, Bupati Gowa Ancam PNS yang Tak Bisa Baca Al Quran, Diberi Waktu Setengah Tahun

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan

TRIBUNKALTIM.CO - Sanksi tak main-main, Bupati Gowa ancam PNS yang tak bisa baca Al Quran, diberi waktu setengah tahun.

Aksi Bupati Gowa Sulawesi Selatan  Adnan Purichta Ichsan mengancam Aparatur Sipil Negara atau PNS viral.

Bupati Gowa ingin semua pejabatnya fasih membaca Al Quran atau mengaji.

Adnan Purichta Ichsan menyiapkan sanksi tak main-main bagi pejabat PNS yang tak kunjung fasih mengaji.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengancam akan mencopot jabatan 14 ASN yang tidak fasih membaca Al Quran.

Ke-14 pejabat baru Pemkab Gowa tersebut terancam diberhentikan dari posisinya jika masih tidak fasih membaca Al Quran dalam 6 bulan ke depan.

Bocoran Baru MAKI, Bongkar Sosok Lain Layak Tersangka di Kasus Djoko Tjandra Terkait Jaksa Pinangki

• BLT Cair Pekan Ini, 1,7 Juta Karyawan Belum Kirim Data, Cara Cek Rekening Terdaftar di BPJamsostek

• Edo Kondologit Ngamuk, Iparnya Tewas di Kantor Polisi, Ada 2 Luka Tembak dan Lebam, Kasusnya Banyak

• Bursa Transfer Liga Italia, Kalah Dari AC Milan Berburu Tonali, Conte Kini Bidik Gelandang Chelsea

"Ada 14 yang tidak fasih membaca Al Quran. Bahkan ada yang tidak mengenal huruf," kata Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan di kantor Bupati Gowa, Senin (31/8/2020).

Sebelumnya saat tes kompetensi membaca Al Quran bagi ASN peserta seleksi lelang jabatan Pemkab Gowa, ditemukan sebanyak 14 pejabat baru Pemkab Gowa yang tidak fasih membaca Al Quran.

Adnan melanjutkan, kemampuan fasih membaca Al Quran menjadi persyaratan wajib bagi ASN yang akan promosi jabatan khusus yang beragama Islam.

Namun, lanjut Adnan, 14 pejabat baru Pemkab Gowa tersebut tetap dilantik dengan syarat belajar membaca Al Quran dalam enam bulan ke depan.

"Karena nama-nama tersebut sudah ke luar dari Kemendagri, maka 14 orang tersebut kami beri waktu enam bulan untuk belajar," ujar Adnan.

Bupati termuda di kawasan timur Indonesia itu menegaskan, 14 pejabat baru akan diberhentikan jika tidak fasih membaca Al Quran dalam kurun waktu enam bulan ke depan.

14 pejabat baru tersebut telah bertanda tangan menyatakan kesediaannya dicopot jika belum fasih membaca Al Quran ke depan.

"Jika dalam waktu enam bulan belum fasih, maka mereka bersedia dicopot berdasarkan surat pernyataan yang telah ditandangani di atas materai oleh 14 orang itu," kata Adnan.

Halaman
123

Berita Terkini