Lengkap, Nasihat Ali Ngabalin ke Bos KAMI Agar Tak Dituduh Jadi Dalang Rusuh Demo UU Cipta Kerja

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

IBU KOTA BARU - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin dalam kanal YouTube Kompas TV, Senin (9/3/2020).

TRIBUNKALTIM.CO - Lengkap, nasihat Ali Mochtar Ngabalin ke bos KAMI agar tak dituduh jadi dalang rusuh demonstrasi UU Cipta Kerja.

Beberapa pentolan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia ( KAMI) dibekuk polisi terkait penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin pun memberi nasihat agar KAMI tak dituding sebagai provokator unjuk rasa yang berakhir ricuh.

Diketahui, tokoh-tokoh KAMI seperti Syahganda Nainggolan hingga Jumhur Hidayat telah ditangkap Polri.

Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan ( KSP) Ali Mohctar Ngabalin angkat bicara terkait demo penolakan omnibus law Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker).

Hal itu ia singgung terkait penangkapan delapan aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) karena diduga terlibat dalam demo tersebut.

Baca juga: Blak-blakan, Prabowo Bocorkan Kondisi Lingkaran Jokowi, Ada Bubble, Ikut Campur Ambil Keputusan

Baca juga: Eks Jenderal Bongkar Komunitas LGBT TNI-Polri, Letkol Jadi Anggota, Sersan Jadi Bos, Sanksi Tegas

Baca juga: Penyebab ILC Tak Tayang, Karni Ilyas Beri Isyarat Tak Bisa Bicara, Fadli Zon: Melawan Kebebasan Pers

Baca juga: Masa Cekal Habis, Habib Rizieq Shihab Balik ke Indonesia, Agenda Pimpin Revolusi, Respon Istana?

Hal itu Ali Mochtar Ngabalin sampaikan dalam tayangan Kompas Petang, Selasa (13/10/2020).

Awalnya Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani mengungkapkan sikapnya terkait demo tolak UU Cipta Kerja.

"KAMI itu tidak terlibat aksi-aksi, tapi memberikan dukungan moril," terang Ahmad Yani.

"Karena kami bukan organisasi massa yang punya anggota yang bisa menggerakkan.

Gerakan KAMI itu adalah gerakan ide, gagasan, dan pandangan," lanjutnya.

Ali Mochtar Ngabalin segera membalas pernyataan Ahmad Yani terkait 'dukungan kepada massa' tersebut.

Ia menilai kata-kata tersebut dapat terkesan rancu.

"Pak Yani tidak menjelaskan kepada publik apakah dukungan KAMI kepada para demonstran itu dalam bentuk finansial, logistik, atau apa?" tanya Ali Mochtar Ngabalin.

Halaman
1234

Berita Terkini