Minggu, 10 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

Rancangan Program Revitalisasi Arus Listrik di Samarinda, Cara Pemkot untuk Meminialisir Bencana

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda, Hendra AH mengungkapkan bahwa lebih dari 50 persen kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik

Tayang:
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
ATASI BENCANA KEBAKARAN - Ilustrasi kebakaran yang terjadi di Pasar Harapan Baru Samarinda, Kalimantan Timur pada Senin (9/12/2024) malam. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda, Hendra AH mengungkapkan bahwa lebih dari 50 persen kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Seringkali petaka kebakaran terjadi di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Menanggapi hal ini, Pemkot Samarinda membuat perencanaan. 

Kali ini pihak Pemkot Samarinda tengah merancang program revitalisasi arus listrik di pemukiman padat penduduk.

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyampaikan komitmennya dalam mengatasi permasalahan kebakaran yang kerap terjadi. 

Hal itu disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Samarinda, Ridwan Tassa. 

Baca juga: Penyebab Kebakaran di Jalan Modang Samarinda, Disdamkar Sebut Akibat Korsleting Listrik

“Kita memang belum bisa terbebas dari ancaman-ancaman musibah kebakaran, terutama dari sisi korsleting listrik. Ini disebabkan oleh kabel lama dan kepadatan permukiman yang seringkali membuat petugas pemadam kebakaran kesulitan menjangkau lokasi kebakaran,” ujar Ridwan usai memberikan santunan kepada korban kebakaran di Jalan Lambung Mangkurat, Jumat (13/12/2024) hari ini.

Ia melanjutkan, kebakaran di Samarinda cukup sering terjadi dibandingkan kota besar lainnya.

Bahkan, dalam beberapa kesempatan, musibah kebakaran bisa terjadi dua kali dalam sehari. 

Untuk itu, Pemkot Samarinda tengah merancang program revitalisasi arus listrik di pemukiman padat penduduk.

"Pak Wali Kota telah tiga kali menyampaikan program ini kepada kami untuk periode kepemimpinan ke depan. Salah satu program utama adalah mencari solusi agar kebakaran tidak lagi menjadi permasalahan rutin di Samarinda. Kami akan menganggarkan program ini agar semua permukiman di Samarinda terhindar dari potensi kebakaran,” tambah Ridwan.

50 Persen Disebabkan Korsleting Listrik

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Samarinda, Hendra AH mengungkapkan bahwa lebih dari 50 persen kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik.

Ia juga menyoroti kelalaian masyarakat sebagai faktor utama. 

"Sebagian besar masyarakat kita masih lalai, bahkan 90 persen lebih kebakaran terjadi akibat kelalaian. Contohnya, banyak warga yang meninggalkan kompor menyala saat memasak. Hal ini sering sekali menjadi penyebab kebakaran,” tambahnya.

Baca juga: 2 Ruko di Citra Niaga Samarinda Terbakar Akibat Korsleting Listrik, Satu Pemilik Ruko Jadi Korban

Untuk mengurangi risiko kebakaran, Hendra menyebut bahwa Damkar Samarinda sejatinya telah melakukan berbagai sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Namun, dirinya berkomitmen upaya tersebut akan terus digencarkan ke depannya.

"Kami terus mengingatkan warga untuk memeriksa peralatan seperti kabel dan colokan, agar kita bisa mencegah potensi kebakaran," tutup Hendra. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved