Rabu, 29 April 2026

Berita Pemkot Balikpapan

Hadapi Risiko Kebakaran dan Bencana Alam, Kelurahan Karang Rejo di Balikpapan Latih 70 Warga

Upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana terus dilakukan di tingkat kelurahan wilayah Kota Balikpapan.

Tayang:
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Budi Susilo
HO/Pemkot Balikpapan
MITIGASI BENCANA BALIKPAPAN - Pelatihan mitigasi bencana di Taman Wisata Tanjung Gading Km 12, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Minggu (7/9/2025). Beberapa di antaranya bahkan mencoba langsung menggunakan APAR, sementara yang lain berlatih menutup api dengan kain basah. Sorak dukungan terdengar dari sesama peserta saat simulasi dilakukan. (HO/Pemkot Balikpapan) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana terus dilakukan di tingkat kelurahan wilayah Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur

Kali ini Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah, menjadi salah satu yang proaktif dengan menggelar Pelatihan Mitigasi Bencana di Taman Wisata Tanjung Gading, Minggu (7/9/2025). 

Kegiatan ini diikuti sekitar 70 peserta yang berasal dari berbagai unsur lembaga masyarakat.

Mereka terdiri dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), ketua RT, kader PKK, LKM, Puskesos, Tagana, Karang Taruna, Kadarkum, PPATBM, Linmas hingga Katana.

Baca juga: DPRD Minta Pemkot Bontang Perkuat Mitigasi Bencana di Fasilitas Publik

Seluruh rangkaian pelatihan dipandu langsung oleh instruktur dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan.

Para peserta mendapatkan dua bentuk materi:

Pertama, teori mengenai mitigasi bencana, termasuk pemahaman tentang konsep dasar, potensi risiko bencana yang mungkin terjadi di lingkungan perkotaan, serta strategi mengurangi dampaknya. 

Kedua, praktik lapangan berupa simulasi pemadaman api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan cara memadamkan api dengan peralatan sederhana, seperti kain basah atau selimut.

Lurah Karang Rejo, Budi, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini.

Ia menekankan bahwa pelatihan mitigasi bencana sangat penting karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat di tingkat paling bawah.

Baca juga: Pegawai dan WBP di Rutan Tanah Grogot Kaltim Dibekali Pelatihan Mitigasi Bencana

“Dengan memahami konsep mitigasi serta strategi mengurangi dampak negatif bencana, kita dapat meningkatkan keselamatan dan keamanan bersama. Masyarakat yang siap adalah kunci untuk meminimalisir risiko ketika terjadi kebakaran maupun bencana lain,” ujarnya.

Menurut Budi, pelatihan ini menyasar pengurus lembaga kelurahan agar mereka dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyebarkan pengetahuan kepada warga.

Harapannya, ilmu yang diperoleh tidak berhenti di peserta saja, tetapi bisa diteruskan kepada masyarakat luas di lingkungan masing-masing.

“Keterampilan menggunakan APAR maupun teknik sederhana lainnya diharapkan dapat mengurangi kepanikan, meminimalisir kerugian material, bahkan mencegah jatuhnya korban jiwa,” tambahnya.

Selain sebagai upaya peningkatan kapasitas, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.

Menurut Budi, kesadaran kolektif sangat penting karena bencana tidak pernah bisa diprediksi.

“Lebih jauh, pelatihan ini bertujuan membangun budaya sadar keselamatan di lingkungan sekitar. Mari terus tingkatkan kemampuan kita dalam menghadapi bencana dan kejadian tak terduga, agar masyarakat Karang Rejo semakin siap dan tangguh,” pungkasnya.

Baca juga: Wilayah Kabupaten Mahulu Kaltim Masih Rawan Banjir, Sekda Instruksikan Penyusunan Mitigasi Bencana

Sementara itu, perwakilan BPBD Kota Balikpapan yang hadir dalam kegiatan ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis masyarakat seperti ini sejalan dengan program pemerintah kota.

Apalagi, Balikpapan termasuk daerah dengan potensi kebakaran permukiman yang cukup tinggi serta rawan banjir saat musim hujan.

“Pelatihan semacam ini menjadi penting, karena kesiapsiagaan masyarakat adalah garis pertahanan pertama sebelum tim penyelamat datang. Warga yang sudah dibekali keterampilan dasar akan lebih tenang, tahu apa yang harus dilakukan, dan bisa membantu sesama,” tutur instruktur BPBD.

Kegiatan berlangsung lancar dan penuh antusiasme. Para peserta terlihat serius mengikuti materi, baik saat menerima teori maupun saat praktik memadamkan api.

Beberapa di antaranya bahkan mencoba langsung menggunakan APAR, sementara yang lain berlatih menutup api dengan kain basah. Sorak dukungan terdengar dari sesama peserta saat simulasi dilakukan.

Dengan adanya pelatihan ini, Kelurahan Karang Rejo berharap seluruh unsur masyarakat lebih siap menghadapi situasi darurat, sehingga risiko bencana dapat ditekan seminimal mungkin. (*) 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved