Kerja Sama Internasional, Bontang Jadi Kota Diplomasi Lingkungan Indonesia
Kota Bontang semakin menegaskan diri sebagai salah satu kota terdepan dalam diplomasi lingkungan di Indonesia
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG – Kota Bontang semakin menegaskan diri sebagai salah satu kota terdepan dalam diplomasi lingkungan di Indonesia.
Kehadiran delegasi Pemerintah Provinsi Jeju, Korea Selatan, menjadi bukti nyata bahwa komitmen Bontang terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan mendapat pengakuan dunia internasional.
Pertemuan resmi yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang itu membahas peluang kerja sama dalam pengelolaan sampah terpadu, Senin (3/11/2025).
Selain berbagi teknologi, Pemerintah Jeju juga menyalurkan hibah senilai Rp150 miliar sebagai dukungan konkret bagi program lingkungan di Bontang.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyebut kunjungan tersebut sebagai langkah penting dalam memperkuat posisi Bontang di kancah global, sekaligus wujud nyata diplomasi lingkungan antarkota.
Baca juga: Pemkot Bontang Bekali Anak Muda Keterampilan Barbershop Bersertifikat BNSP
“Kunjungan ini bukan hanya tentang hibah atau teknologi, tapi tentang kepercayaan internasional terhadap arah pembangunan hijau Bontang,” ujarnya.
Menurut Neni, kerja sama dengan Jeju sejalan dengan misi Bontang sebagai kota hijau, inovatif, dan berdaya saing global.
Melalui kemitraan ini, Bontang berupaya mengadopsi sistem pengelolaan sampah modern yang menekankan efisiensi, daur ulang, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami ingin membawa Bontang menuju standar pengelolaan lingkungan kelas dunia, dengan tetap menjaga karakter lokal,” tuturnya.
Kegiatan jamuan makan malam yang dihadiri 15 delegasi Jeju dan 6 perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia itu juga menjadi ajang pertukaran ide dan teknologi pengelolaan limbah perkotaan.
Kerja sama ini meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan infrastruktur hijau, serta edukasi masyarakat untuk memperkuat budaya peduli lingkungan.
“Sampah bukan sekadar masalah, tapi peluang ekonomi baru jika dikelola dengan benar,” imbuh Neni.
Baca juga: Pemkot Bontang Dorong UMKM dan Wisata Lokal Lewat Program Greb
Dengan kolaborasi internasional ini, Neni optimistis Bontang dapat menjadi model kota diplomasi hijau Indonesia bukan hanya karena teknologinya, tapi karena semangat gotong royong dalam menjaga bumi.
“Kerja sama ini adalah langkah menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi Bontang,” pungkasnya. (*)
| Profil Enzo Maresca, Disebut Pelatih Baru Man City Gantikan Pep Guardiola, Teken Kontrak 3 Musim |
|
|---|
| TAUD Sebut hanya 2 Terdakwa Kasus Andrie Yunus yang Cocok dengan Hasil Investigasi |
|
|---|
| DPRD Balikpapan Targetkan Legislasi Daerah Tuntas, Perda Kawasan Tanpa Rokok Diprioritaskan |
|
|---|
| Iran Peringatkan AS agar tak Salah Hitung usai Trump Batalkan Rencana Serangan |
|
|---|
| Menkeu Purbaya Kucurkan Dana Segar Rp 14 Triliun untuk Kementeriannya Bahlil Lahadalia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251103-Walikota-Neni-Moerniaeni.jpg)