Berita Balikpapan Terkini
2 Pelajar Balikpapan Sulap Tanaman Karamunting Jadi Sampo Herbal Anti Rontok
Dua pelajar Balikpapan mengubah tanaman karamunting menjadi sampo herbal anti rontok bernama Myrtara
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
- Dua pelajar SMA KPS Balikpapan menciptakan sampo herbal Myrtara berbahan karamunting.
- Produk tersebut meraih juara III Krenova 2026 kategori SMA/SMK se-Balikpapan.
- Myrtara dikembangkan dari tanaman endemik Balikpapan yang kaya senyawa fitokimia.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dua siswi SMA Nasional KPS Balikpapan berhasil mengembangkan sampo herbal anti rontok berbahan tanaman karamunting yang tumbuh liar di sejumlah wilayah Kota Balikpapan. Produk bernama Myrtara itu bahkan sukses meraih prestasi pada ajang Krenova 2026.
Di balik semak-semak dengan bunga ungu yang kerap dianggap tanaman liar, dua pelajar SMA Nasional KPS Balikpapan justru melihat potensi besar. Dari tanaman karamunting yang tumbuh di sejumlah wilayah Kota Balikpapan, lahirlah inovasi sampo herbal bernama “Myrtara”.
Pelajar tersebut yakni Jennifer Alexandra Lee dan Almyra Prayata Putri Harsanto. Ide tersebut muncul setelah Jennifer Alexandra sebelumnya pernah membuat produk shampo herbal anti ketombe dan berhasil meraih juara I pada lomba Cabang Dinas Provinsi Kalimantan Timur tahun 2025 silam.
Setelah berhasil mengembangkan formula shampo anti ketombe berbahan ekstrak rosemary, Jennifer mengajak Almyra kemudian mengembangkan inovasi shampo herbal berbasis tanaman endemik Balikpapan, yakni karamunting, dalam shampo herbal anti alopecia atau anti rontok di ajang Lomba Kreativitas dan Inovasi (Krenova) Tahun 2026 yang digelar Bappeda Litbang Pemerintah Kota Balikpapan.
Karamunting Dipilih karena Kaya Manfaat
Tanaman karamunting dipilih bukan tanpa alasan. Selain mudah ditemukan, tanaman dengan bunga ungu itu diketahui memiliki kandungan senyawa fitokimia alami yang sangat bermanfaat untuk kesehatan rambut dan kulit kepala.
Baca juga: Anggota DPRD Balikpapan Wahyullah Dukung Bangun Bank Sampah Induk demi Kurangi Beban TPA Manggar
“Karamunting dikenal sebagai tanaman endemik Balikpapan yang kaya akan kandungan senyawa fitokimia di hampir seluruh bagian tanaman mulai daun, buah dan akarnya, dan sering digunakan sebagai obat herbal. Oleh karena itu kami memanfaatkan senyawa fitokimia tersebut dalam produk shampo herbal Myrtara,” ujar Jennifer saat diwawancarai TribunKaltim.co, Sabtu (23/5/2026).
Awalnya, Jennifer dan Almyra harus mencari langsung tanaman tersebut di beberapa lokasi. Mereka menemukan karamunting tumbuh di sejumlah lahan di kawasan BJ-BJ hingga Balikpapan Baru.
Selain memanfaatkan bahan lokal, inovasi ini juga menjadi bentuk kepedulian terhadap potensi tanaman herbal khas Kalimantan Timur yang selama ini belum banyak dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Proses Panjang Trial and Error
Meski terlihat sederhana, proses pembuatan Myrtara tidak mudah. Salah satu tantangan terbesar muncul saat proses mixing karena memadukan ekstrak tanaman herbal dan surfaktan nabati tanpa bahan kimia keras seperti SLS dan SLES memberikan tantangan tersendiri.
Hasil mixing tidak serta merta langsung berhasil menjadi shampo, sehingga mereka harus melalui fase trial and error untuk mendapatkan formulasi yang tepat hingga menghasilkan produk Myrtara.
Baca juga: Revisi Perda Kebencanaan Balikpapan Masuk Propemperda 2026, Fokus Mitigasi Bencana
Dari proses penelitian dan eksperimen tersebut, lahirlah Myrtara Herbal Shampoo, yaitu shampo herbal berbasis ekstrak karamunting yang dipadukan dengan rosemary, temulawak, dan lerak.
Produk ini menggunakan biosurfaktan nabati sebagai pengganti SLS/SLES, bahan kimia yang umum dipakai pada shampo yang beredar di marketplace.
Dengan pH ideal 5,5, Myrtara diklaim mampu membantu mengatasi masalah kerontokan rambut, ketombe, hingga iritasi kulit kepala.
| Anggota DPRD Balikpapan Wahyullah Dukung Bangun Bank Sampah Induk demi Kurangi Beban TPA Manggar |
|
|---|
| Revisi Perda Kebencanaan Balikpapan Masuk Propemperda 2026, Fokus Mitigasi Bencana |
|
|---|
| Dikira Suplemen, Botol Vitamin di Kolong Rumah Warga Balikpapan Ternyata Berisi Belasan Paket Sabu |
|
|---|
| Dosen STIE Balikpapan Sebut Cinta Produk Dalam Negeri Dinilai Jadi Cara Sederhana Jaga Rupiah |
|
|---|
| Kepala Lapas Balikpapan Monitoring Blok Hunian, Perkuat Komitmen Zero Halinar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260524_SMA-Nasional-KPS-dan-Walikota-Balikpapan-Rahmad-Masud.jpg)