Senin, 13 April 2026

Imlek 2026

Singa Pembawa Hoki, Kisah Emas PON Barongsai Kalimantan Utara

Barongsai di Tarakan bukan hanya simbol pembawa hoki saat Imlek, tetapi juga kebanggaan olahraga usai sukses meraih emas PON untuk Kalimantan Utara.

TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
PENAMPILAN BARONGSAI - Tampak penampilan barongsai dari atlet Fobi Kaltara di Klenteng Tao Pek Kong Tarakan, Senin (16/2/2026). Di Tarakan, singa pembawa hoki itu juga menyimpan kisah prestasi membanggakan: medali emas PON untuk Kalimantan Utara. (TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH) 

Ringkasan Berita:

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Barongsai bukan sekadar hiburan dalam perayaan Imlek 2026. 

Di Tarakan, singa pembawa hoki itu juga menyimpan kisah prestasi membanggakan.

Yakni, medali emas PON untuk Kalimantan Utara.

Ratusan warga memadati Klenteng Tao Pek Kong Tarakan pada malam menjelang puncak perayaan Imlek 2577 Kongzili atau Tahun Baru Imlek 2026, Senin (16/2/2026) malam.

Baca juga: Momen Warga Tionghoa Nunukan Kaltara Rayakan Imlek 2026 dengan Sederhana

Sejak pukul 18.00 Wita, masyarakat sudah berdiri di depan klenteng menanti dentuman gendang dan kemunculan barongsai yang menjadi ikon setiap perayaan Imlek.

Ketua Matakin Kalimantan Utara, Ayi Diyanto, mengatakan pertunjukan barongsai memang tak pernah absen dalam setiap rangkaian perayaan tahun baru Tionghoa.

“Barongsai ini setiap tahun kita adakan pertunjukan di klenteng. Mereka secara simbolis permisi dulu kepada klenteng atau tuan tanah sebelum tampil,” ujar Ayi Diyanto.

Tahun ini, sebanyak delapan ekor barongsai diturunkan untuk memeriahkan malam puncak.

Baca juga: Tahun Kuda Api Imlek 2026, Warga Tionghoa Balikpapan Doa Kesehatan dan Bisnis Lancar

Meski Tarakan juga memiliki tim tarian naga, namun khusus malam ini yang tampil hanya barongsai atau singa.

“Naga tidak ada tampil. Kita di Tarakan punya naga, tapi tidak ditampilkan. Yang ada itu singa, delapan ekor,” jelasnya.

Ayi menyebut, jumlah umat Konghucu yang hadir sekitar 600 orang hingga tengah malam.

Sementara masyarakat umum yang ikut menyaksikan juga mencapai ratusan orang.

Baca juga: Makna Shio Kuda Api Perayaan Imlek 2026 di Balikpapan, Sabar dan Gerak Cepat

“Begitu musik mulai saja, masyarakat sudah tunggu dari jam 6 sore. Malam ini lebih ramai karena cuaca mendukung,” katanya.

Lanjut Koko Ayi, barongsai merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Tionghoa yang sudah ada sejak zaman nenek moyang.

“Barongsai itu seni, tarian. Identik dengan singa. Tidak bisa diganti dengan yang lain. Kalau naga itu tarian naga, beda lagi,” terangnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved