Berita Malinau Terkini
Longsor Terjang Mentarang Hulu Malinau, Rumah Dinas Dokter dan Guru Hancur Dihantam Lumpur
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Malinau selama semalam suntuk memicu bencana tanah longsor di Desa Long Berang
TRIBUNKALTIM.CO,MALINAU – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Malinau selama semalam suntuk memicu bencana tanah longsor di Desa Long Berang, Kecamatan Mentarang Hulu.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (16/3/2026) malam tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas publik, terutama rumah dinas tenaga kesehatan (nakes) dan guru yang berada di zona rawan.
Hujan yang turun sejak pukul 17.00 WITA menyebabkan pergerakan tanah di tiga titik berbeda.
Kondisi ini sempat memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga setempat.
Kepala Puskesmas Long Berang, Oldiana, menceritakan detik-detik mencekam saat material lumpur mulai menghantam perumahan dinas sekira pukul 22.00 WITA.
Baca juga: Disdikbud Balikpapan Angkat Bicara soal Menu MBG yang Banjir Kritikan dari Orangtua Siswa
"Staf saya saat itu masih bersih-bersih. Saya langsung perintahkan mereka segera pergi karena terdengar suara gemuruh besar dari atas, pasti ada (longsor) susulan. Saya langsung mengungsikan mereka keluar dari rumah," ujar Oldiana, Selasa (17/3/2026).
Berdasarkan laporan di lapangan, titik longsor pertama menghancurkan empat unit rumah dinas paramedis, termasuk kediaman dokter.
Titik kedua terpantau berada tepat di belakang Kantor Camat Mentarang Hulu.
Sementara itu, titik ketiga yang dinilai paling parah berada di area SMA Negeri. Longsor di lokasi ini mengakibatkan satu unit rumah warga hancur total, serta menimbun ternak dan kendaraan milik warga.
Meski gedung utama Puskesmas Long Berang dinyatakan aman, Oldiana memastikan rumah dinas yang berada tepat di samping gedung mengalami kerusakan berat.
Baca juga: Malinau Mulai Lengang, Penumpang Mudik Melonjak dan Rute Tarakan jadi Favorit
"Rumah yang terkena itu adalah rumah dokter, perawat, dan bidan. Total ada empat rumah terdampak di titik pertama," jelasnya.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Malinau melalui Dinas Kesehatan bersama Asisten Administrasi Umum, Francis, telah bergerak ke lokasi kejadian untuk menyalurkan bantuan logistik serta memimpin proses pembersihan material lumpur dan kayu. (*)
| Beban Warga di Malinau Kian Berat Pasca Harga Dexlite dan LPG Non Subsidi Naik |
|
|---|
| Pengecer Elpiji Non Subsidi Hanya Untung Makin Tipis Setelah Harga Alami Kenaikan |
|
|---|
| Butuh Pilot Lokal, Pemkab Malinau Buka Peluang Lewat Beasiswa Desa Sarjana |
|
|---|
| Tanpa WFH, Pemkab Malinau Tekan Anggaran dari Level Pimpinan hingga Staf |
|
|---|
| Ini Alasan Pemkab Malinau Terapkan WFH Bagi ASN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260317-rumah-dinas.jpg)