Kamis, 30 April 2026

Berita Kaltara Terkini

Kurikulum Berbasis Cinta Jadi Sorotan di Nunukan, 200 Guru Ikuti Bimtek

Sebanyak 200 guru di Nunukan mengikuti Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta untuk membentuk generasi berkarakter

Tayang:
TRIBUNKALTARA.COM/FATIMAH MAJID
KURIKULUM BERBASIS CINTA - Guru PAI dan tenaga pendidik madrasah se-Kabupaten Nunukan mengikuti Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini menekankan penguatan karakter, empati, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam dunia pendidikan. (TRIBUNKALTARA.COM/FATIMAH MAJID) 
Ringkasan Berita:
  • Kurikulum Berbasis Cinta diperkuat melalui Bimtek di Nunukan yang diikuti 200 guru.
  • Kemenag menekankan pentingnya pendidikan berbasis empati dan nilai kemanusiaan.
  • Guru menjadi kunci utama keberhasilan implementasi kurikulum di ruang kelas.

TRIBUNKALTIM.CO - Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) kembali menjadi perhatian dalam upaya transformasi pendidikan di Indonesia. 

Hal ini terlihat dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar di Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Kalimantan Utara, pada Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) serta tenaga pendidik madrasah dari seluruh wilayah Kabupaten Nunukan.

Bimtek ini menjadi ruang penguatan pemahaman sekaligus implementasi kurikulum yang mengedepankan nilai kemanusiaan dalam proses pembelajaran.

Sebagai informasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) adalah pendekatan pendidikan yang menempatkan nilai kasih sayang, empati, dan kemanusiaan sebagai inti dalam proses belajar mengajar.

Baca juga: IMEI Jadi Sorotan di Nunukan, Banyak Penumpang Baru Sadar Setelah Keluar Pelabuhan Tunon Taka

Berbeda dari kurikulum konvensional yang cenderung fokus pada capaian akademik, KBC menekankan bahwa pendidikan tidak hanya soal “pintar”, tetapi juga tentang membentuk karakter dan kepribadian siswa.

Pendekatan ini biasanya dibangun di atas lima nilai dasar:

  1. Cinta kepada Tuhan
  2. Cinta kepada sesama manusia
  3. Cinta terhadap ilmu pengetahuan
  4. Cinta terhadap lingkungan
  5. Cinta kepada bangsa dan negara

Kurikulum Berbasis Cinta sebagai Terobosan

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Kementerian Agama RI, Nyayu Khodijah, menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan langkah inovatif yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Kurikulum Berbasis Cinta adalah pendekatan yang bertujuan melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan mampu hidup dalam keberagaman,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Baca juga: Karhutla Nunukan, Api Lahap 2 Hektare Lahan di Perbukitan Mansapa

Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga bagaimana membangun karakter peserta didik yang kuat secara emosional dan sosial.

Peran Guru Jadi Penentu

Dalam implementasinya, guru memegang peranan sentral. Pendekatan berbasis cinta tidak hanya berupa konsep, tetapi harus hadir dalam interaksi sehari-hari di ruang kelas.

“Ketika guru mengajar dengan hati dan menghadirkan kasih sayang, maka nilai-nilai tersebut akan tumbuh secara alami dalam diri peserta didik,” tambahnya.

Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan kurikulum sangat bergantung pada kualitas hubungan antara guru dan siswa.

Pendidikan Tak Sekadar Transfer Ilmu

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara, Muh Saleh, menekankan bahwa pendidikan harus mencakup pembentukan karakter.

Baca juga: Target Pajak Kendaraan Nunukan Rp14,5 Miliar, Realisasi Baru 17 Persen

“Pendidikan tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan akhlak mulia dan nilai kemanusiaan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta memiliki lima fondasi utama, yakni cinta kepada Tuhan, sesama manusia, ilmu pengetahuan, lingkungan, serta bangsa dan negara.

Antusiasme Peserta dan Harapan ke Depan

Kegiatan Bimtek berlangsung dengan penuh antusias.

Para peserta terlihat aktif mengikuti setiap sesi yang membahas penerapan nilai-nilai cinta dalam pembelajaran.

Selain dihadiri jajaran Kementerian Agama RI, kegiatan ini juga melibatkan perwakilan pemerintah daerah, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara, pengawas madrasah, serta para pendidik.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama berharap Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya menjadi konsep teoritis, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam praktik pembelajaran sehari-hari. (*)

Sumber: Tribun kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved