Berita Kaltara Terkini
Kurikulum Berbasis Cinta Jadi Sorotan di Nunukan, 200 Guru Ikuti Bimtek
Sebanyak 200 guru di Nunukan mengikuti Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta untuk membentuk generasi berkarakter
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO - Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) kembali menjadi perhatian dalam upaya transformasi pendidikan di Indonesia.
Hal ini terlihat dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar di Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Kalimantan Utara, pada Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) serta tenaga pendidik madrasah dari seluruh wilayah Kabupaten Nunukan.
Bimtek ini menjadi ruang penguatan pemahaman sekaligus implementasi kurikulum yang mengedepankan nilai kemanusiaan dalam proses pembelajaran.
Sebagai informasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) adalah pendekatan pendidikan yang menempatkan nilai kasih sayang, empati, dan kemanusiaan sebagai inti dalam proses belajar mengajar.
Baca juga: IMEI Jadi Sorotan di Nunukan, Banyak Penumpang Baru Sadar Setelah Keluar Pelabuhan Tunon Taka
Berbeda dari kurikulum konvensional yang cenderung fokus pada capaian akademik, KBC menekankan bahwa pendidikan tidak hanya soal “pintar”, tetapi juga tentang membentuk karakter dan kepribadian siswa.
Pendekatan ini biasanya dibangun di atas lima nilai dasar:
- Cinta kepada Tuhan
- Cinta kepada sesama manusia
- Cinta terhadap ilmu pengetahuan
- Cinta terhadap lingkungan
- Cinta kepada bangsa dan negara
Kurikulum Berbasis Cinta sebagai Terobosan
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Kementerian Agama RI, Nyayu Khodijah, menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan langkah inovatif yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Kurikulum Berbasis Cinta adalah pendekatan yang bertujuan melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan mampu hidup dalam keberagaman,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Baca juga: Karhutla Nunukan, Api Lahap 2 Hektare Lahan di Perbukitan Mansapa
Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga bagaimana membangun karakter peserta didik yang kuat secara emosional dan sosial.
Peran Guru Jadi Penentu
Dalam implementasinya, guru memegang peranan sentral. Pendekatan berbasis cinta tidak hanya berupa konsep, tetapi harus hadir dalam interaksi sehari-hari di ruang kelas.
“Ketika guru mengajar dengan hati dan menghadirkan kasih sayang, maka nilai-nilai tersebut akan tumbuh secara alami dalam diri peserta didik,” tambahnya.
Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan kurikulum sangat bergantung pada kualitas hubungan antara guru dan siswa.
| IMEI Jadi Sorotan di Nunukan, Banyak Penumpang Baru Sadar Setelah Keluar Pelabuhan Tunon Taka |
|
|---|
| Malinau Tingkatkan Sistem Anti Korupsi, Fokus pada Deteksi Dini Anggaran |
|
|---|
| 1.000 Bambu Lemang Meriahkan Syukuran Panen Gong Solok Malinau, Simbol Gotong Royong |
|
|---|
| Syukuran Panen Desa Gong Solok Malinau, Tradisi Makan Daun Pisang Hidupkan Kearifan Lokal |
|
|---|
| Target Pajak Kendaraan Nunukan Rp14,5 Miliar, Realisasi Baru 17 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260420_Bimtek-Guru-Kurikulum-Berbasis-Cinta.jpg)