Berita Kaltara Terkini
Harga Solar Melonjak, Nelayan Mangkupadi Tercekik dan Terancam Tinggalkan Laut
Harga solar melonjak drastis, nelayan di Mangkupadi mulai mengurangi melaut hingga terancam beralih profesi
Ringkasan Berita:
- Harga solar di Kampung Baru Mangkupadi mencapai Rp25 ribu per liter dan berpotensi naik.
- Nelayan kesulitan akses BBM subsidi dan terpaksa membeli dengan harga tinggi.
- Aktivitas melaut menurun, sebagian nelayan mulai beralih menggunakan perahu kecil.
TRIBUNKALTIM.CO - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi kembali menjadi pukulan berat bagi nelayan di Kampung Baru, Desa Mangkupadi, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Di tengah hasil tangkapan yang terus menurun, lonjakan harga solar memperparah kondisi ekonomi masyarakat pesisir yang bergantung pada laut sebagai sumber penghidupan utama.
Solar merupakan kebutuhan vital bagi nelayan, khususnya untuk mengoperasikan perahu bermesin dompeng yang digunakan melaut.
Namun kini, harga yang kian tinggi membuat aktivitas tersebut semakin sulit dijalankan.
Akses Terbatas, Harga Melambung
Nelayan setempat, Rahmat Hidayat, mengungkapkan bahwa persoalan BBM bukan hal baru bagi warga Kampung Baru.
Baca juga: PLN Kaltim Kaltara Pastikan Tarif Listrik Triwulan II 2026 tak Naik, Warga Diminta Waspada Hoaks
Jarak yang jauh ke SPBU bersubsidi serta keterbatasan operasional membuat nelayan kerap tidak memiliki pilihan selain membeli solar dengan harga lebih mahal.
“Sejak dulu kami sudah kesulitan BBM. Jarak ke SPBU jauh dan sering tidak buka,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Bahkan saat harga resmi solar masih berada di kisaran Rp7 ribu per liter, nelayan di wilayah tersebut sudah membeli dengan harga sekitar Rp10 ribu per liter.
Kondisi tersebut dianggap sebagai realitas yang harus dihadapi demi tetap bisa melaut.
Kini, setelah kenaikan harga BBM non subsidi, harga solar di Kampung Baru disebut mencapai sekitar Rp25 ribu per liter.
Baca juga: 12 Tahun Menanti, Sopir Asal Malinau Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci
Rahmat mengaku khawatir harga tersebut bisa menembus Rp30 ribu per liter, yang akan semakin memperburuk kondisi nelayan.
Dampak Langsung pada Aktivitas Melaut
Lonjakan harga BBM berdampak langsung pada aktivitas melaut.
Sebagian nelayan mulai mengurangi frekuensi melaut untuk menekan biaya operasional.
Bahkan, tidak sedikit yang mulai mempertimbangkan meninggalkan profesi sebagai nelayan.
| SPMB Tarakan 2026 Siap Digelar, Ini Skema Zonasi dan Jalur Seleksinya |
|
|---|
| DPRD Kaltara Bahas RTRW, Permukiman Tanah Kuning Terancam Masuk Kawasan Industri |
|
|---|
| Menunggu 13 Tahun, Walikota Tarakan Khairul Bersama Sang Istri Tunaikan Ibadah Haji Tahun ini |
|
|---|
| Speedboat di Malinau Mulai Dikenai Pajak, Sumbang PAD Kaltara Hingga Rp30 Juta |
|
|---|
| Hardiknas di SMPN 2 Nunukan Berlangsung Meriah, Dari Lomba Kreatif hingga Program AI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260505_Nelayan-di-Mangkupadi-Kapal.jpg)